Bank syariah tetap membidik pertumbuhan pembiayaan emas pada 2026

Bank syariah tetap membidik pertumbuhan pembiayaan emas pada 2026
Pembiayaan emas syariah 2026

Pelemahan rupiah dan koreksi harga emas mulai menahan permintaan pembiayaan emas di perbankan syariah pada kuartal II-2026. Meski minat nasabah lebih hati-hati, sejumlah bank masih mencatat pertumbuhan positif hingga Mei dan mempertahankan target ekspansi sampai akhir tahun.

Sorotan

  • BSN mencatat pembiayaan emas BSN Cicil Emas naik signifikan dari Rp3,5 miliar Mei 2025 menjadi Rp140 miliar Mei 2026 dan menargetkan Rp500–600 miliar hingga akhir 2026.
  • BJB Syariah melaporkan pertumbuhan pembiayaan emas 13,4% year to date dan 19,25% tahunan per Mei 2026, menargetkan pertumbuhan 33% sepanjang 2026 dibanding Desember 2025.
  • Harga emas Antam turun Rp126.000 menjadi Rp2.713.000 per gram dalam sebulan terakhir, rupiah melemah 3,04% ke Rp17.944 per dolar U.S., memicu kehati-hatian permintaan pembiayaan emas.

Perlambatan permintaan dan target bank

Seperti dilaporkan KONTAN, tekanan pada daya beli masyarakat dan pergerakan harga emas mulai memengaruhi laju pembiayaan emas, tetapi bank-bank syariah masih melihat ruang pertumbuhan sepanjang 2026.

Bank Syariah Nasional menyatakan permintaan pembiayaan emas mulai melandai sejak awal kuartal II-2026. Direktur Consumer Banking BSN Mochamad Yut Penta mengatakan tren sejak awal tahun tetap positif, dengan pembiayaan BSN Cicil Emas mencapai Rp140 miliar hingga Mei 2026, naik dari Rp3,5 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Untuk menjaga kinerja, BSN terus menyiapkan program dan pengembangan ekosistem sebagai pendorong utama pertumbuhan. Bank itu juga mencermati katalis yang dapat memengaruhi tren ke depan, termasuk harga emas, nilai tukar rupiah, kenaikan suku bunga, daya beli masyarakat, dan persaingan. Hingga akhir tahun, BSN menargetkan pembiayaan emas sekitar Rp500 miliar sampai Rp600 miliar.

BJB Syariah juga melihat laju pertumbuhan pembiayaan emas mulai melambat, meski tetap mencatat kenaikan. Hingga Mei 2026, pembiayaan emas bank ini tumbuh 13,4% secara year to date dan 19,25% secara tahunan. Untuk 2026, BJB Syariah menargetkan pertumbuhan pembiayaan emas sekitar 33% dibanding posisi Desember 2025.

BCA Syariah menyampaikan pembiayaan emasnya tumbuh 136% secara tahunan menjadi Rp717 miliar hingga Mei 2026. Bank ini berupaya mempertahankan laju ekspansi dengan menambah fitur pembiayaan emas melalui aplikasi digital, memperkuat sinergi dengan induk usaha, memanfaatkan jaringan cabang BCA untuk pemasaran, serta mengikuti pameran dan program promosi bagi nasabah.

Dampak pasar dan prospek industri

Pada Rabu, 10 Juni 2026, harga emas Antam turun Rp20.000 dari hari sebelumnya menjadi Rp2.713.000 per gram. Dalam sebulan terakhir, harga emas turun Rp126.000, sementara rupiah melemah 3,04% menjadi Rp17.944 per dolar U.S., kombinasi yang ikut membentuk sikap lebih hati-hati di sisi permintaan.

Sekretaris Perusahaan BJB Syariah Yusuf Abadi menilai fluktuasi harga emas saat ini lebih dipengaruhi ketidakpastian ekonomi global yang berdampak pada harga komoditas dan nilai tukar. Menurut dia, saat harga emas terkoreksi, sebagian masyarakat memilih menunggu arah pergerakan harga berikutnya, namun bank masih melihat koreksi ini sebagai kondisi sementara dengan peluang penguatan kembali seiring ketidakpastian global yang berlanjut.

Di tengah indikasi pelemahan daya beli, perbankan syariah tetap memandang emas sebagai instrumen investasi yang relatif aman dan masih diminati masyarakat. Pandangan itu menjadi dasar optimisme industri bahwa pembiayaan emas tetap tumbuh, meski kecepatannya tidak sekuat awal tahun.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang penurunan harga emas Antam pada 10 Juni 2026, kami mencatat harga jual turun Rp20.000 menjadi Rp2.713.000 per gram dan harga buyback ikut melemah ke Rp2.487.000 per gram. Kami juga mengulas ketentuan PPh 22 untuk transaksi serta kondisi beberapa pecahan emas di laman Logam Mulia yang masih belum tersedia, yang bisa memengaruhi pilihan konsumen dalam bertransaksi.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.