BRI nilai dukungan pemangku kepentingan perkuat stabilitas pasar modal
Di tengah IHSG yang masih bergerak di zona negatif secara year-to-date, perhatian terhadap saham-saham BUMN kembali meningkat dalam pembahasan para pejabat, pelaku industri, dan perusahaan negara di Jakarta. Fokus pertemuan itu mencakup langkah untuk menjaga stabilitas pasar modal dan memperkuat kepercayaan investor, termasuk wacana buyback saham emiten BUMN.
Sorotan
- Pertemuan 9 Juni 2024 di Jakarta membahas buyback saham emiten BUMN sebagai upaya stabilisasi pasar dan penguatan kepercayaan investor.
- Direktur Utama BRI Hery Gunardi menegaskan fundamental dan kinerja sektor perbankan BUMN masih solid, menopang kepercayaan investor terhadap bursa.
- Data OJK hingga April 2026 menunjukkan kredit perbankan tumbuh 9,98 persen dan Dana Pihak Ketiga naik 11,40 persen secara tahunan.
Langkah stabilisasi dan sinyal kepercayaan
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, pertemuan di Jakarta pada Selasa (9/6) mempertemukan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, COO BPI Danantara Dony Oskaria, Direktur Utama BRI Hery Gunardi, para direktur utama Himbara, BPJS Ketenagakerjaan, serta sejumlah BUMN untuk membahas langkah strategis bagi pasar modal.Salah satu bahasan dalam pertemuan tersebut adalah wacana buyback saham emiten BUMN, yang diposisikan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasar dan menopang keyakinan investor di tengah tekanan indeks saham gabungan.
Hery Gunardi menilai perhatian dari berbagai pemangku kepentingan itu mencerminkan keyakinan terhadap prospek jangka panjang perusahaan-perusahaan BUMN, terutama sektor perbankan yang menurutnya masih menunjukkan kinerja dan fundamental yang solid.
Dukungan bagi sektor perbankan nasional
Menurut Hery, stabilitas pasar yang terjaga menjadi faktor penting untuk mendukung iklim investasi yang sehat. Ia menyatakan kepercayaan investor terhadap saham-saham perbankan nasional ditopang oleh kinerja industri yang tetap resilien di tengah dinamika ekonomi global.Ia menambahkan industri perbankan masih mencatatkan pertumbuhan kredit yang positif, kualitas aset yang terjaga, serta kondisi likuiditas dan permodalan yang kuat. Dalam kapasitasnya juga sebagai Ketua Umum Perbanas, Hery mengatakan fundamental industri perbankan nasional hingga saat ini tetap kuat.
Berdasarkan data OJK, hingga April 2026 kredit perbankan tumbuh 9,98 persen secara tahunan, sementara Dana Pihak Ketiga meningkat 11,40 persen. Data itu memperkuat pandangan bahwa perbankan tetap menjadi penopang utama sentimen terhadap saham-saham BUMN di pasar modal.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang respons BRI terhadap wacana buyback saham emiten BUMN, kami menyoroti bahwa dukungan pemangku kepentingan untuk stabilisasi pasar dipandang sebagai sinyal positif bagi kepercayaan investor di tengah pelemahan IHSG. Namun BRI menegaskan fokus utamanya tetap pada penguatan fundamental—kualitas aset, likuiditas, dan permodalan—seraya mengacu pada data OJK hingga April 2026 yang menunjukkan kredit tumbuh 9,98% yoy dan DPK naik 11,40%.
Berita Banks Terbaru
- Forex
- Crypto