Pemprov DKI Jakarta percepat penguatan investasi dan infrastruktur untuk target kota global

Pemprov DKI Jakarta percepat penguatan investasi dan infrastruktur untuk target kota global
Jakarta kejar kota global

Jakarta menata strategi jangka menengah dan panjang untuk memperkuat posisinya sebagai pusat ekonomi nasional sekaligus kota global. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan ibu kota masuk 50 besar kota global pada 2030 dan 20 besar dunia pada 2045.

Sorotan

  • Pemprov DKI Jakarta mempercepat penguatan investasi dan infrastruktur untuk mencapai status kota global sesuai Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024.
  • Realisasi penanaman modal asing di Jakarta sepanjang 2025 tercatat mencapai Rp 95,7 triliun, didukung kolaborasi sektor swasta dan promosi internasional.
  • Pemerintah daerah fokus mengembangkan keuangan syariah serta infrastruktur terintegrasi untuk menopang daya saing dan efisiensi ekonomi Jakarta.

Target kota global dan modal ekonomi Jakarta

Seperti dilaporkan Kompas.com, arah pembangunan Jakarta diselaraskan dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 yang menetapkan Jakarta sebagai kota global. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah DKI Jakarta, Atika Nur Rahmania, mengatakan kota global mencakup kemampuan menyelenggarakan kegiatan internasional di bidang perdagangan, investasi, bisnis, pariwisata, pendidikan, kesehatan, dan kebudayaan, serta menjadi lokasi kantor pusat perusahaan dan lembaga nasional, regional, maupun internasional.

Menurut Atika, Jakarta memiliki modal besar untuk mencapai target tersebut karena merupakan kota terbesar di Asia Tenggara dan ditopang jumlah penduduk besar dengan dominasi usia produktif. Dari sisi ekonomi, struktur Jakarta saat ini didominasi sektor berbasis jasa sebesar 77,88 persen, dengan perdagangan, jasa keuangan, informasi dan komunikasi, serta jasa perusahaan menjadi penopang utama.

Posisi Jakarta sebagai pusat bisnis, keuangan, logistik, dan distribusi nasional juga menjadi keunggulan yang mendukung transformasi menuju pusat ekonomi dan finansial kawasan. Faktor-faktor itu dinilai memperkuat daya saing Jakarta dalam persaingan antarkota di tingkat internasional.

Investasi, infrastruktur, dan dampak daya saing

Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat iklim investasi melalui kerja sama dengan sektor swasta dan promosi investasi di tingkat internasional. Sepanjang 2025, realisasi penanaman modal asing di Jakarta tercatat mencapai Rp 95,7 triliun.

Pemerintah daerah juga mendorong pengembangan Jakarta sebagai pusat keuangan syariah global melalui instrumen sukuk, perbankan syariah, dan asuransi syariah. Di saat yang sama, pembangunan infrastruktur tetap menjadi fokus utama, mencakup pengembangan transportasi publik, penyediaan air bersih, sistem pengolahan air limbah, fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta pengembangan kawasan Transit Oriented Development.

Menurut Atika, infrastruktur yang terintegrasi menjadi fondasi penting untuk meningkatkan daya saing sekaligus menciptakan kota yang lebih nyaman bagi warga dan pelaku usaha. Pendekatan ini menempatkan kualitas hidup, konektivitas, dan efisiensi ekonomi sebagai elemen utama dalam upaya Jakarta memperkuat peran regionalnya.

Dalam ulasan kami sebelumnya tentang target Jakarta menjadi kota global, kami menyoroti landasan kebijakan UU No. 2 Tahun 2024 serta sasaran Pemprov DKI untuk masuk 50 besar kota global pada 2030 dan 20 besar pada 2045. Artikel tersebut juga membahas dorongan investasi (termasuk realisasi PMA 2025 Rp95,7 triliun), pengembangan Jakarta sebagai pusat keuangan syariah global, dan pentingnya infrastruktur terintegrasi untuk meningkatkan daya saing internasional.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.