Jakarta dorong transformasi menuju pusat ekonomi dan finansial Asia Tenggara

Jakarta dorong transformasi menuju pusat ekonomi dan finansial Asia Tenggara
Jakarta menuju pusat finansial

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mengarahkan perubahan peran ibu kota agar tidak hanya bertumpu pada fungsi pemerintahan, tetapi juga pada penguatan posisi ekonomi regional. Target tersebut menempatkan Jakarta sebagai kota global dengan sasaran masuk 50 besar kota global dunia pada 2030 dan 20 besar dalam jangka panjang.

Sorotan

  • Pemprov DKI Jakarta menargetkan masuk 50 besar kota global dunia pada 2030 dan 20 besar pada 2045 sesuai RPJPD 2025-2045.
  • Realisasi Penanaman Modal Asing Jakarta sepanjang 2025 mencapai Rp95,7 triliun atau sekitar 6 miliar dollar U.S., didorong strategi investasi aktif.
  • Jakarta fokus memperkuat peran sebagai pusat keuangan syariah global dan menekankan kebutuhan infrastruktur terintegrasi untuk daya saing internasional.

Target kota global dan landasan kebijakan

Seperti dilaporkan Kompas.com, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah DKI Jakarta Atika Nur Rahmania mengatakan konsep Jakarta sebagai kota global merupakan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024. Menurut dia, status itu menuntut Jakarta mampu menjadi lokasi berbagai kegiatan internasional, mulai dari perdagangan, investasi, bisnis, pariwisata, pendidikan, hingga layanan kesehatan, sekaligus menjadi lokasi kantor pusat perusahaan dan lembaga nasional, regional, dan internasional.

Pemprov DKI Jakarta menargetkan Jakarta masuk 50 besar kota global dunia pada 2030. Dalam horizon yang lebih panjang, Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2024 tentang RPJPD 2025-2045 menempatkan Jakarta pada target 20 besar kota global dunia.

Atika menilai Jakarta memiliki modal awal yang kuat untuk menjadi pusat ekonomi dan finansial kawasan. Selain berstatus kota terbesar di Asia Tenggara dan bagian dari ASEAN, Jakarta memiliki populasi 10,72 juta jiwa berdasarkan SUPAS BPS 2025, dengan 71,26 persen berada pada usia produktif.

Daya tarik investasi dan kebutuhan infrastruktur

Komposisi penduduk usia produktif, termasuk generasi milenial dan generasi Z, dinilai memperkuat kapasitas sumber daya manusia yang adaptif terhadap teknologi serta mendorong konsumsi dan ekonomi digital. Dari sisi ekonomi, Jakarta saat ini didominasi sektor jasa sebesar 77,88 persen, dengan penopang utama antara lain perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, jasa keuangan dan asuransi, informasi dan komunikasi, serta jasa perusahaan.

Sebagai kota pelabuhan, Jakarta juga dinilai memiliki ruang besar di sektor logistik dan distribusi. Pemprov DKI Jakarta menyiapkan strategi penarik modal asing melalui penguatan tim investasi, optimalisasi Jakarta Investment Forum, dan perluasan kerja sama dengan sektor swasta, sementara realisasi Penanaman Modal Asing di Jakarta sepanjang 2025 mencapai Rp95,7 triliun atau sekitar 6 miliar dollar U.S.

Jakarta juga aktif mengikuti forum internasional seperti World Expo, G20, dan ASEAN Forum untuk memperkuat eksistensi globalnya. Di saat yang sama, pemerintah daerah mendorong pengembangan Jakarta sebagai pusat keuangan syariah global melalui sukuk, perbankan syariah, dan asuransi syariah, dengan infrastruktur terintegrasi tetap menjadi syarat utama untuk meningkatkan daya saing dan menarik talenta internasional.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang kenaikan harga Pertamax di DKI Jakarta per 10 Juni 2026, kami membahas lonjakan harga BBM nonsubsidi hingga Rp16.250 per liter dan kaitannya dengan melemahnya rupiah serta naiknya harga minyak global. Kami juga mengulas bagaimana kenaikan biaya energi berpotensi menambah tekanan pada biaya operasional dan logistik, sehingga memperkuat urgensi penyesuaian anggaran daerah agar layanan publik tetap berjalan efektif.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.