Ashutosh Sureka

Aksi mahasiswa dan ojol di Thamrin bergerak ke Dukuh Atas setelah blokade dibuka

Aksi mahasiswa dan ojol di Thamrin bergerak ke Dukuh Atas setelah blokade dibuka
Aksi bergerak usai blokade

Aksi mahasiswa dan pengemudi ojek online di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, memasuki fase dialog pada Jumat malam setelah akses yang sempat diblokade aparat kembali dibuka. Perubahan situasi itu memungkinkan massa yang tertahan sejak sekitar pukul 14.30 WIB bergerak lagi pada pukul 20.15 WIB dengan pengawalan kepolisian.

Sorotan

  • Sekitar 500 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan sejumlah pengemudi ojol bergerak dari Thamrin ke Dukuh Atas setelah akses blokade dibuka polisi.
  • Mahasiswa Institut Pertanian Bogor dan Universitas Pancasila menempati barisan depan aksi pada pukul 18.45 WIB, sementara mahasiswa Universitas Indonesia memilih mundur.
  • Demonstran mengajukan lima tuntutan utama, termasuk penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM, serta penghentian pemborosan APBN dan program MBG.

Pergerakan massa dan dialog di lokasi

Seperti dilaporkan Kompas.com, pembukaan blokade di titik aksi menjadi titik balik yang mendorong peserta demonstrasi maju beberapa meter untuk menyampaikan pertanyaan kepada aparat mengenai nasib aspirasi mereka kepada pemerintah.

Sebelum massa bergerak, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold Hutagalung lebih dahulu berdialog dengan peserta aksi di barisan depan. Dalam percakapan itu, salah seorang peserta menanyakan apakah aspirasi yang mereka bawa akan diteruskan kepada pemerintah, sementara Reynold terlihat berupaya membujuk massa agar tidak memaksakan diri menuju Bundaran Hotel Indonesia.

Setelah itu, Reynold berjalan ke arah selatan menuju kawasan Dukuh Atas dan diikuti oleh massa mahasiswa serta ojol yang berada di lokasi. Pergerakan ini terjadi setelah aparat membuka akses jalur busway yang sebelumnya tertutup oleh blokade pengamanan, dan hingga berita ini ditulis massa masih bergerak ke arah Dukuh Atas dengan pengawalan polisi.

Dampak aksi dan komposisi peserta

Sebelumnya, Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Anandaku Dimas Rumi Chattaristo, mengatakan aksi tersebut diikuti sekitar 500 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Selain mahasiswa UI, peserta juga berasal dari Politeknik Negeri Jakarta, Universitas Pancasila, Institut Pertanian Bogor, dan Sekolah Tinggi Teknologi Nurul Fikri.

Pantauan pada pukul 18.45 WIB menunjukkan barisan terdepan diisi mahasiswa dari Institut Pertanian Bogor dan Universitas Pancasila, sementara mahasiswa Universitas Indonesia yang mengenakan jaket kuning memutuskan mengakhiri aksi dan kembali ke kampus. Di tengah situasi malam yang semakin gelap, peserta aksi tetap menjaga semangat dengan meneriakkan yel-yel dan menyanyikan lagu perjuangan seperti Halo-Halo Bandung dan Maju Tak Gentar.

Massa membawa lima tuntutan utama dalam demonstrasi ini, yakni menghentikan pemborosan APBN, menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, menghentikan program MBG serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, menghentikan militerisme di ranah sipil, dan meminta Presiden Prabowo mengakui kesalahan pemerintah.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang pengalihan rute demo mahasiswa BEM UI dari Bundaran HI, kami menjelaskan bahwa Polda Metro Jaya mengarahkan massa ke area Patung Kuda atau depan Gedung DPR/MPR untuk mengurangi potensi gangguan di pusat aktivitas ekonomi dan transportasi. Kami juga mengulas lima tuntutan utama yang dibawa peserta aksi, mulai dari penurunan harga BBM dan kebutuhan pokok hingga penghentian program MBG, serta dinamika pergerakan massa yang menyesuaikan arahan aparat.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.