Gadai ValueMax tahan tarif gadai meski BI-Rate naik

Gadai ValueMax tahan tarif gadai meski BI-Rate naik
ValueMax tahan tarif gadai

Kenaikan BI-Rate belum mendorong PT Gadai ValueMax Indonesia mengubah tarif gadai kepada nasabah. Perusahaan menilai struktur pendanaan masih terjaga dan efisiensi operasional masih cukup kuat untuk menahan penyesuaian biaya di tengah perubahan suku bunga acuan.

Sorotan

  • Gadai ValueMax mempertahankan tarif bunga gadai meski BI-Rate naik karena struktur pendanaan dinilai masih sehat per kuartal II-2026.
  • Perusahaan mengutamakan kemudahan proses, keakuratan taksiran, dan kualitas layanan demi mendukung pertumbuhan bisnis serta memberikan nilai tambah bagi nasabah.
  • Strategi menahan bunga dan penyesuaian bisnis menjaga kinerja positif aktivitas pembiayaan gadai ValueMax di tengah dinamika suku bunga makroekonomi.

Strategi tarif di tengah kenaikan bunga

Seperti dilaporkan KONTAN, Manager Accounting Gadai ValueMax Panji Parang Kunang mengatakan perusahaan terus mengevaluasi kondisi pasar, biaya pendanaan, dan kebutuhan nasabah sebelum memutuskan perubahan tarif. Ia menyebut struktur pendanaan saat ini masih terjaga sehingga penyesuaian bunga gadai belum diperlukan.

Panji mengatakan perusahaan terus memantau perkembangan kondisi makroekonomi, termasuk perubahan suku bunga acuan dan biaya pendanaan perusahaan. Menurut dia, Gadai ValueMax juga berupaya menjaga fundamental bisnis agar perubahan makroekonomi tidak serta-merta dibebankan kepada nasabah.

Dampak bagi nasabah dan kinerja bisnis

Daya tarik utama layanan gadai, menurut Panji, tidak hanya ditentukan oleh tingkat bunga, tetapi juga oleh kemudahan proses, akurasi taksiran, kecepatan pencairan, keamanan barang jaminan, fleksibilitas, dan kualitas layanan. Karena itu, keputusan menahan bunga gadai diharapkan memberi nilai tambah bagi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat.

Di tengah dinamika suku bunga, Gadai ValueMax menegaskan fokusnya tetap pada keseimbangan antara keberlanjutan bisnis dan kemudahan akses pembiayaan bagi masyarakat. Dengan strategi itu, aktivitas pembiayaan gadai di perusahaan tetap mencatatkan kinerja positif dan terjaga sepanjang kuartal II-2026.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang pertimbangan pelaku usaha pergadaian merespons kenaikan BI-Rate ke 5,50%, kami menulis bahwa PT Budi Gadai Indonesia belum berencana menaikkan bunga gadai dalam waktu dekat meski suku bunga acuan meningkat. Namun, perusahaan sudah menyesuaikan bunga admin untuk produk gadai emas sejak Mei 2026, sementara volume transaksi kuartal II-2026 disebut masih relatif stabil karena kebutuhan dana mendesak tetap terjaga.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.