Kenaikan BI-Rate ke 5,50% mulai menjadi pertimbangan bagi pelaku usaha pergadaian dalam menetapkan biaya pinjaman pada 2026. PT Budi Gadai Indonesia menyatakan belum akan menaikkan bunga gadai dalam waktu dekat, meski perusahaan sudah lebih dulu menyesuaikan bunga admin produk gadai emas sejak Mei 2026.
Sorotan
- Budi Gadai belum memastikan penyesuaian bunga gadai meski BI-Rate naik ke 5,5%, dengan kebijakan internal menjadi faktor penentu utama.
- Budi Gadai telah menaikkan bunga admin untuk produk gadai emas dari 2,4% menjadi 3% sejak Mei 2026, mencerminkan kenaikan 0,6%.
- Meski kenaikan bunga berpotensi mengurangi minat gadai, volume transaksi kuartal II 2026 hingga kini tetap stabil dengan kebutuhan masyarakat masih terjaga.
Kebijakan bunga dan waktu penyesuaian
Seperti dilaporkan KONTAN, Direktur PT Budi Gadai Indonesia, Budiarto Sembiring, mengatakan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan perusahaan dalam menentukan kebijakan bunga gadai. Namun, keputusan akhir tetap bergantung pada kebijakan internal perusahaan.Budi mengatakan perusahaan belum memastikan ada penyesuaian bunga gadai dalam waktu dekat. Ia menjelaskan Budi Gadai telah mengubah bunga admin untuk produk gadai emas sejak Mei 2026, dari 2,4% menjadi 3%, atau naik 0,6%.
Menurut manajemen, bila perusahaan memutuskan kembali menyesuaikan bunga gadai, pelaksanaannya dapat dilakukan segera setelah ada keputusan dari manajemen lalu ditetapkan beberapa minggu atau beberapa bulan kemudian. Meski demikian, perusahaan juga membuka kemungkinan untuk mempertahankan bunga yang berlaku saat ini walaupun suku bunga acuan meningkat.
Dampak ke minat nasabah dan transaksi
Kenaikan bunga gadai dinilai berpotensi memengaruhi minat masyarakat untuk menggadaikan barang karena biaya pinjaman menjadi lebih mahal. Kondisi itu dapat mendorong sebagian nasabah mengurangi minat menggadai atau membandingkan biaya pinjaman dengan lembaga gadai dan pembiayaan lain.Meski begitu, dampaknya terhadap volume transaksi diperkirakan tidak terlalu besar karena layanan gadai umumnya digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dana yang bersifat mendesak. Budi Gadai juga menyebut tren gadai pada kuartal II 2026 hingga saat ini relatif stabil, menandakan kebutuhan masyarakat terhadap layanan gadai masih terjaga dan aktivitas bisnis tetap berjalan normal.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang pertumbuhan kredit sindikasi di tengah pelemahan rupiah dan kenaikan suku bunga pada 2026, kami menyoroti bahwa penyaluran kredit sindikasi nasional tetap meningkat karena skema ini membagi risiko di antara beberapa bank. Kami juga mencatat proyeksi kredit sindikasi masih berpeluang tumbuh hingga akhir 2026, meski bank diperkirakan makin selektif karena dampak suku bunga yang lebih tinggi mulai terasa pada kualitas dan fundamental proyek.
Berita LPS Terbaru
- Forex
- Crypto