Mahasiswa Jakarta tuntut realisasi lapangan kerja dan penurunan harga BBM

Mahasiswa Jakarta tuntut realisasi lapangan kerja dan penurunan harga BBM
Mahasiswa desak kerja & BBM

Aksi mahasiswa dari berbagai universitas berlangsung di kawasan Jalan Jenderal Sudirman arah Bundaran HI, Jakarta, pada Jumat, dengan sorotan pada janji penciptaan 19 juta lapangan kerja. Unjuk rasa itu juga membawa tuntutan soal kenaikan harga BBM, reformasi politik dan birokrasi, serta peran TNI dan Polri di jabatan sipil.

Sorotan

  • Mahasiswa Jakarta menuntut realisasi janji kampanye 19 juta lapangan kerja dari Presiden Prabowo dan Wapres Gibran dalam aksi di Bundaran HI.
  • Kenaikan harga Pertamax dinilai memaksa masyarakat beralih ke Pertalite, berpotensi memperpanjang antrean dan memicu krisis stok BBM.
  • Demonstran menuntut upah DPRD dan DPR RI disamakan dengan UMR serta meminta TNI-Polri fokus pada hukum dan tak masuk jabatan sipil.

Tuntutan aksi di Bundaran HI

Seperti dilaporkan Kompas.com, peserta aksi dari Jawa Tengah, Sulaeman, mempertanyakan janji kampanye Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terkait 19 juta lapangan kerja. Isu tersebut menjadi salah satu dari lima tuntutan yang dibawa dalam demonstrasi mahasiswa di pusat Jakarta.

Dalam orasinya, ia menuntut penciptaan lapangan pekerjaan dan kemudahan peluang bagi usaha rakyat. Ia juga mempertanyakan siapa yang menikmati lapangan kerja saat ini, sambil menyinggung dominasi oligarki.

Selain itu, Sulaeman menyuarakan reformasi politik dan birokrasi. Ia menilai upah minimum regional di Indonesia masih rendah dibandingkan negara lain, dan mendesak agar gaji take home pay anggota DPRD di seluruh provinsi serta DPR RI disamakan dengan UMR.

Dampak isu energi dan kritik anggaran

Tuntutan utama lain yang mendorong aksi hari ini berkaitan dengan kenaikan harga BBM. Menurut Sulaeman, kenaikan tajam harga Pertamax secara tidak langsung memaksa masyarakat beralih ke Pertalite, yang dinilai berpotensi memperpanjang antrean dan memicu krisis stok yang lebih luas.

Di lokasi aksi, mahasiswa berjaket almamater kuning duduk berhadapan dengan personel TNI dan Polri yang juga duduk di belakang pembatas barikade. Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold Hutagalung terlihat berada di antara kedua pihak.

Sulaeman juga menyoroti pemborosan anggaran dan syarat KKN, serta meminta TNI dan Polri kembali pada fungsi penegakan hukum tanpa memasuki jabatan-jabatan sipil.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang pengalihan lokasi aksi BEM UI dari Bundaran HI, kami mengulas bagaimana Polda Metro Jaya mengarahkan massa ke sekitar Patung Kuda atau depan DPR/MPR agar pusat aktivitas masyarakat dan perekonomian tidak terganggu. Kami juga merangkum dampaknya terhadap konsolidasi massa dan lalu lintas, serta poin-poin tuntutan utama mahasiswa seperti penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM hingga sorotan atas kebijakan pemerintah.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.