Pasar saham Indonesia rebound ke 6.000, saham BUMN topang penguatan IHSG
Penguatan pasar modal Indonesia berlanjut pada penutupan perdagangan hari ini ketika Indeks Harga Saham Gabungan kembali menembus level 6.000. Rebound itu terjadi di tengah akumulasi beli yang besar pada saham-saham BUMN dan mengikuti langkah pelonggaran suku bunga Bank Indonesia pada 9 Juni 2026.
Sorotan
- IHSG rebound ke atas level 6.000 didorong oleh penguatan saham BUMN sektor pertambangan, perbankan Himbara, dan Telkom, naik hingga 7 persen.
- Aksi beli masif saham BUMN oleh investor domestik dan asing menjadi katalis utama pembalikan arah IHSG ke zona hijau.
- Keputusan Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan ke 5,50 persen pada 9 Juni 2026 memperkuat sentimen positif dan minat beli di pasar modal Indonesia.
Penggerak rebound dan dukungan saham BUMN
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, Dony Oskaria, COO Danantara yang juga Kepala BP BUMN, menyatakan penguatan IHSG secara dominan ditopang kinerja positif saham-saham BUMN, terutama di sektor pertambangan, perbankan pelat merah yang tergabung dalam Himbara, serta Telkom.Sejak sesi pembukaan, saham-saham BUMN mencatat akumulasi volume beli yang masif dari investor domestik maupun asing. Di sektor pertambangan, saham BUMN naik hingga kisaran 7 persen, sementara kepercayaan pasar terhadap ketahanan dan profitabilitas BUMN menjadi katalis utama yang membalikkan arah IHSG ke zona hijau.
Dony mengatakan pihaknya mengapresiasi kinerja positif IHSG yang hari ini kembali menembus level 6.000. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pelaku pasar dan investor yang terus menaruh kepercayaan pada pasar modal Indonesia, khususnya pada saham-saham BUMN.
Dampak kebijakan moneter pada sentimen pasar
Kebangkitan IHSG dan rupiah hari ini disebut tidak lepas dari sinergi langkah cepat dan strategis pemerintah bersama otoritas terkait. Salah satu pemicu yang dinilai memperkuat kepercayaan pasar adalah keputusan Bank Indonesia pada 9 Juni 2026 untuk menurunkan suku bunga acuan menjadi 5,50 persen.Perpaduan antara dukungan kebijakan moneter dan minat beli pada saham-saham BUMN memperkuat sentimen positif bagi pasar modal Indonesia. Kondisi ini juga menunjukkan bahwa investor masih melihat emiten pelat merah sebagai penopang utama stabilitas dan arah pergerakan indeks dalam jangka dekat.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang penguatan IHSG pada 12 Juni 2026, kami mencatat indeks ditutup naik 2,07% ke level 6.007 dengan nilai transaksi sekitar Rp21,3 triliun dan mayoritas saham menguat. Kami juga menyoroti hampir semua sektor bergerak di zona hijau (kecuali kesehatan), serta pergerakan saham-saham top gainers dan top losers yang mewarnai perdagangan hari itu.
Berita LPS Terbaru
- Forex
- Crypto