Pertamina Patra Niaga pastikan pasokan Pertalite tetap tersedia saat peralihan konsumen meningkat

Pertamina Patra Niaga pastikan pasokan Pertalite tetap tersedia saat peralihan konsumen meningkat
Stok Pertalite Tetap Aman

Kenaikan harga Pertamax mendorong sebagian masyarakat beralih ke Pertalite, sehingga perhatian terhadap ketersediaan bahan bakar bersubsidi meningkat di berbagai wilayah Indonesia. PT Pertamina Patra Niaga menyatakan stok Pertalite dalam kondisi cukup dan distribusinya ke jaringan SPBU tetap berjalan normal sesuai penugasan pemerintah.

Sorotan

  • Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan Pertalite tetap terjaga di seluruh Indonesia setelah konsumsi meningkat akibat harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter.
  • Perusahaan mengoptimalkan logistik, terminal BBM, armada distribusi, dan sistem pemantauan real-time untuk menjamin kebutuhan energi masyarakat terpenuhi secara berkelanjutan.
  • Jaringan infrastruktur dari Sabang hingga Merauke serta koordinasi dengan delapan regional memungkinkan respon cepat terhadap lonjakan permintaan di berbagai wilayah.

Antisipasi pasokan di seluruh jaringan SPBU

Seperti disampaikan PT Pertamina Patra Niaga, perusahaan terus menjaga distribusi Pertalite melalui sistem logistik dan infrastruktur yang terintegrasi agar pasokan tetap terpelihara di seluruh Indonesia. Langkah ini dilakukan setelah pergeseran konsumsi muncul usai harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan perseroan mengoptimalkan pengelolaan rantai pasok energi dengan dukungan terminal BBM, lembaga penyalur dan penyimpanan, armada distribusi, serta sistem pemantauan terintegrasi di seluruh wilayah Indonesia. Menurut dia, upaya tersebut ditujukan untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi secara berkelanjutan.

Ia menambahkan Pertamina Patra Niaga juga melakukan pemantauan real-time terhadap kondisi stok dan penyaluran BBM di seluruh wilayah. Dengan langkah itu, perusahaan berupaya menjaga agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan baik.

Dukungan infrastruktur dan koordinasi regional

Roberth menjelaskan jaringan infrastruktur energi yang tersebar dari Sabang hingga Merauke memungkinkan Pertamina menjaga keandalan pasokan dan merespons cepat bila diperlukan tambahan suplai di wilayah tertentu. Perusahaan juga menyatakan terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan dan unit operasi di delapan cabang kantor wilayah, Regional 1 hingga Regional 8, untuk menyiapkan langkah antisipatif.

Menurut perusahaan, skema penguatan distribusi telah disiapkan apabila kebutuhan di suatu wilayah meningkat. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga layanan energi kepada masyarakat tetap berjalan optimal di tengah perubahan pola konsumsi BBM.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang kenaikan harga Pertamax pada Juni 2026, kami membahas lonjakan harga Pertamax 92 ke Rp16.250 per liter dan Pertamax Green 95 ke Rp17.000 per liter, sementara BBM subsidi tidak berubah. Kami juga menyoroti potensi risiko inflasi, penurunan daya beli, serta kemungkinan pergeseran konsumsi dari Pertamax ke Pertalite yang perlu diantisipasi agar pasar dan pasokan tetap stabil.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.