Maybank pertahankan rekomendasi beli saham bank besar di tengah likuiditas perbankan yang sehat

Maybank pertahankan rekomendasi beli saham bank besar di tengah likuiditas perbankan yang sehat
Maybank tetap rekomendasikan beli

Pertumbuhan kredit perbankan Indonesia pada April 2026 masih solid dan didukung likuiditas industri yang relatif stabil, meski perhatian pasar mulai bergeser ke kualitas ekspansi, biaya dana, dan daya tahan margin. Di tengah kondisi itu, bank-bank besar dinilai tetap lebih tangguh karena ditopang fundamental kuat dan eksposur yang lebih defensif.

Sorotan

  • Pertumbuhan kredit perbankan Indonesia mencapai 10,0% YoY pada April 2026, didominasi kredit investasi naik 18,4% YoY, sementara konsumsi lemah.
  • Maybank Sekuritas rekomendasikan beli BBCA, BBRI, BMRI, BBNI, dan BRIS dengan target harga masing-masing Rp 8.800, Rp 4.300, Rp 5.700, Rp 4.800, dan Rp 2.825.
  • Tekanan biaya dana meningkat karena persaingan dana pihak ketiga dan potensi suku bunga simpanan tinggi akibat imbal hasil SRBI dan fokus stabilitas rupiah Bank Indonesia.

Prospek kredit dan rekomendasi saham

KONTAN melaporkan analis Maybank Sekuritas Indonesia Jeffrosenberg Chenlim dalam riset 8 Juni 2026 menyatakan pertumbuhan kredit sistem perbankan mencapai 10,0% secara tahunan pada April 2026, naik dari 9,5% pada Maret 2026. Pada saat yang sama, pertumbuhan dana pihak ketiga mencapai 11,4% YoY sehingga loan to deposit ratio industri tetap relatif stabil di 86,9%.

Penyaluran kredit masih terutama ditopang kredit investasi yang tumbuh 18,4% YoY, sedangkan kredit modal kerja dan kredit konsumsi masing-masing tumbuh 5,8% dan 6,1%. Sektor konstruksi dan utilitas menjadi penopang utama, sementara konsumsi masih cenderung lemah, tercermin dari penurunan kredit otomotif sejak awal 2026.

Maybank Sekuritas memperkirakan pertumbuhan kredit tetap terjaga, tetapi masih didominasi segmen korporasi dan pembiayaan produktif, belum diikuti pemulihan yang merata di seluruh segmen. Dalam kerangka itu, Maybank tetap memberi pandangan positif untuk PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), dengan seluruh saham tersebut direkomendasikan beli.

Target harga yang diberikan masing-masing adalah BBCA Rp 8.800, BBRI Rp 4.300, BMRI Rp 5.700, BBNI Rp 4.800, dan BRIS Rp 2.825.

Tekanan biaya dana dan risiko margin

Dari sisi pendanaan, pertumbuhan DPK tetap kuat di level 11,4% YoY, meski secara bulanan turun 0,9% pada April 2026. Penurunan bulanan ini diduga terkait penarikan dana penempatan Kementerian Keuangan dari bank-bank BUMN, namun likuiditas secara umum masih terjaga.

Meski likuiditas belum menjadi kekhawatiran utama, tantangan bagi perbankan dinilai meningkat dalam menjaga biaya pendanaan tetap terkendali di tengah persaingan dana pihak ketiga yang kembali menguat. Risiko terhadap margin juga dinilai naik karena imbal hasil instrumen SRBI berpotensi menjaga suku bunga simpanan tetap tinggi, sementara fokus Bank Indonesia pada stabilitas rupiah membuka ruang kenaikan suku bunga lanjutan bila tekanan nilai tukar berlanjut.

Di sisi aset, bank diperkirakan tetap berhati-hati dan lebih fokus pada segmen berisiko rendah. Strategi ini dapat membantu menjaga kualitas aset, tetapi sekaligus membatasi ruang kenaikan yield kredit, sehingga tekanan margin berpotensi makin terlihat seiring biaya dana yang lebih tinggi dan imbal hasil aset yang lebih ketat.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang rebound saham bank jumbo, kami menyoroti penguatan BBCA, BBNI, BMRI, dan BBRI dalam sepekan meski masih dibayangi aksi jual bersih asing. Kami juga mencatat target harga konsensus analis masih berada di atas level pasar, sementara pergerakan jangka pendek dinilai tetap sensitif terhadap katalis seperti perubahan suku bunga, sentimen buyback, dan agenda tinjauan MSCI.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.