Saham bank besar menguat sepekan, investor asing masih catat jual bersih
Pergerakan saham perbankan berkapitalisasi besar kembali menguat dalam perdagangan sepekan hingga Jumat, meski minat beli asing belum berbalik positif. Kenaikan harga terjadi pada BBCA, BBNI, BMRI, dan BBRI, sementara konsensus analis Bloomberg masih menempatkan target harga saham-saham itu di atas level pasar saat ini.
Sorotan
- BBCA memimpin penguatan saham bank besar naik 16,75% ke Rp 5.925 per saham dalam sepekan, namun asing masih mencatat net sell Rp 564,5 miliar.
- Seluruh bank besar tetap mencatat jual bersih asing, dengan BBRI alami net sell asing terbesar Rp 2 triliun meski hanya naik 4% dalam sepekan.
- Target harga konsensus Bloomberg untuk BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI masing-masing masih jauh di atas harga pasar, didukung dominasi rekomendasi buy analis.
Kenaikan harga dan arus dana asing
KONTAN melaporkan, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat kenaikan paling besar di antara bank besar lainnya, naik 16,75% dalam sepekan ke Rp 5.925 per saham pada Jumat (12/6/2026). Secara harian, saham ini juga menguat 1,72%, tetapi masih dibayangi jual bersih asing sebesar Rp 564,5 miliar dalam sepekan.
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik 10,9% dalam sepekan ke Rp 3.560 per saham dan bertambah 1,71% dalam sehari. Meski begitu, saham BBNI tetap mencatat net sell asing Rp 238 miliar dalam periode yang sama.
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menguat 9,38% dalam sepekan ke Rp 4.200 per saham, walau secara harian turun 1,18%. Aksi jual asing pada BMRI juga masih berlanjut, dengan nilai jual bersih mencapai Rp 572,8 miliar selama sepekan.
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatat kenaikan paling rendah di kelompok bank besar, hanya naik 4% dalam sepekan ke Rp 2.850 per saham dan ditutup stagnan secara harian. Namun justru saham ini mengalami net sell asing terbesar, mencapai Rp 2 triliun dalam sepekan.
Target analis masih di atas harga pasar
Di tengah penguatan harga saham bank besar, konsensus analis Bloomberg masih menunjukkan ruang kenaikan lebih lanjut. Untuk BBCA, target harga konsensus berada di Rp 8.826,79 per saham, dengan 35 analis memberikan rekomendasi buy dan dua analis memberi rekomendasi hold.Handy Noverdanius dari CGS International menjadi salah satu analis yang baru merekomendasikan add atau buy untuk BBCA, dengan target harga Rp 10.000 per saham. Pada BBRI, konsensus Bloomberg menempatkan target harga di Rp 4.094 per saham, dengan 30 rekomendasi buy, empat hold, dan dua sell. Erwin Wijaya dari Verdhana Sekuritas juga memperbarui rekomendasi BBRI menjadi buy dengan target harga Rp 4.500.
Untuk BMRI, konsensus Bloomberg menunjukkan target harga Rp 5.688,45 per saham, didukung 39 rekomendasi buy, enam hold, dan tiga sell. Sementara BBNI tetap didominasi pandangan positif analis, dengan 30 rekomendasi buy, empat hold, dan satu sell, serta target harga konsensus Rp 4.739 per saham.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang rebound saham bank jumbo, kami menyoroti penguatan BBCA, BBNI, BMRI, dan BBRI dalam sepekan meski masih dibayangi net sell asing. Kami juga mengulas pendorongnya, yakni kenaikan BI Rate ke 5,5% dan sentimen buyback, serta menekankan bahwa arah pergerakan jangka pendek masih dipengaruhi tinjauan MSCI 24 Juni 2026 dan realisasi buyback bank-bank Himbara.
Berita Banks Terbaru
- Forex
- Crypto