Saham bank jumbo menguat, potensi rebound berlanjut pekan depan
Penguatan saham perbankan berkapitalisasi besar dalam sepekan terakhir menambah sinyal pemulihan setelah sebelumnya tertekan sentimen makro. Kenaikan ini terjadi meski investor asing masih membukukan aksi jual bersih pada seluruh saham bank jumbo utama.
Sorotan
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memimpin kenaikan big banks sepekan dengan lonjakan 16,75% ke Rp 5.925, diikuti BBNI 10,90%, BMRI 9,38%, BBRI 4,01%.
- Kenaikan saham bank jumbo dipicu kebijakan BI menaikkan BI Rate ke 5,5% dan realisasi buyback, termasuk aksi BBCA senilai Rp 5 triliun serta rencana BBRI Rp 500 miliar.
- Saham big banks tetap mencatat net sell asing mingguan, dengan BBRI Rp 1,92 triliun, BMRI Rp 503,29 miliar, BBCA Rp 412,78 miliar, BBNI Rp 201,49 miliar, serta arah jangka pendek akan ditentukan tinjauan MSCI 24 Juni 2026 dan buyback Himbara.
Pendorong kenaikan dan prospek jangka pendek
KONTAN Indonesia melaporkan, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memimpin penguatan big banks dalam sepekan dengan kenaikan 16,75% ke Rp 5.925. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik 10,90% ke Rp 3.560, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menguat 9,38% ke Rp 4.200, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) bertambah 4,01% ke Rp 2.850.Analis Korea Investment dan Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi, mengatakan penguatan harga saham bank jumbo pekan ini didorong kebijakan Bank Indonesia yang menaikkan BI Rate menjadi 5,5%. Menurut dia, kenaikan suku bunga acuan itu dibaca investor sebagai komitmen BI untuk mendorong stabilisasi rupiah.
Selain itu, wacana dan realisasi pembelian kembali saham oleh bank-bank besar ikut menopang sentimen pasar. Saat ini BBCA sedang merealisasikan buyback saham senilai Rp 5 triliun, sementara BBRI baru mengumumkan rencana buyback sebesar Rp 500 miliar.
Wafi menilai saham big banks masih berpotensi melanjutkan rebound pada pekan depan. Ia menambahkan valuasi sejumlah saham, terutama BBCA dan BBRI, sudah terbilang sangat murah.
Tekanan asing dan faktor penentu berikutnya
Dari sisi aliran dana, keempat saham bank jumbo itu masih mencatat aksi jual bersih asing selama sepekan. BBRI membukukan net sell terbesar sebesar Rp 1,92 triliun, disusul BMRI Rp 503,29 miliar, BBCA Rp 412,78 miliar, dan BBNI Rp 201,49 miliar.Menurut Wafi, kelanjutan rebound akan sangat dipengaruhi oleh tinjauan indeks global Morgan Stanley Capital International pada 24 Juni 2026 serta eksekusi buyback oleh bank-bank Himbara. Faktor-faktor itu menjadi penentu penting bagi arah pergerakan saham perbankan besar dalam jangka pendek.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang penguatan saham perbankan pada sesi pertama perdagangan Jumat, kami mencatat bank-bank besar bergerak di zona hijau di tengah pelemahan IHSG, didorong sentimen kenaikan BI Rate menjadi 5,5% serta wacana buyback. Kami juga menekankan bahwa arah pergerakan berikutnya banyak ditentukan oleh pengumuman tinjauan indeks MSCI pada 24 Juni 2026 dan realisasi buyback oleh bank-bank Himbara.
Berita Banks Terbaru
- Forex
- Crypto