Istana pertahankan agenda reformasi ekonomi Prabowo di tengah tuntutan demonstran Jakarta

Istana pertahankan agenda reformasi ekonomi Prabowo di tengah tuntutan demonstran Jakarta
Reformasi ekonomi dijaga Istana

Pemerintah menegaskan Presiden Prabowo Subianto sedang mendorong perubahan struktur ekonomi dan tata kelola negara saat menghadapi tuntutan mahasiswa serta elemen masyarakat di Jakarta. Penjelasan itu mencakup efisiensi belanja negara, penguatan pengelolaan aset, dan strategi ketahanan energi yang disebut sebagai jawaban atas kritik soal pemborosan anggaran dan harga BBM.

Sorotan

  • Prabowo memimpin reformasi ekonomi jilid II dengan efisiensi belanja negara mencapai penghematan sekitar Rp 300 triliun sejak awal pemerintahannya.
  • Pemerintah membentuk Danantara untuk memperkuat tata kelola aset dan kekayaan negara serta menutup celah kebocoran anggaran.
  • Kebijakan energi diarahkan pada pengurangan impor melalui pengembangan biodiesel B50 dan etanol E20, sementara harga BBM subsidi tetap tidak naik.

Penjelasan Istana atas tuntutan demonstrasi

Seperti dilaporkan Kompas.com, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari menyatakan Prabowo memimpin "reformasi jilid II" melalui kebijakan yang ditujukan untuk membenahi struktur ekonomi Indonesia yang selama ini disebut lebih banyak menguntungkan elite tertentu. Dalam keterangannya pada Sabtu, 13/6/2026, ia mengatakan langkah tersebut juga diarahkan untuk menutup celah kebocoran uang negara.

Qodari mengatakan kritik yang disampaikan mahasiswa pada aksi di Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada dasarnya sudah dijawab pemerintah lewat kebijakan yang sedang berjalan. Menurut dia, tuntutan penghentian pemborosan APBN dijawab dengan efisiensi belanja negara sejak awal pemerintahan Prabowo, dengan penghematan yang disebut mencapai sekitar Rp 300 triliun.

Ia juga menyinggung pembentukan Danantara sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola aset dan kekayaan negara. Menurut Qodari, langkah itu menunjukkan pemerintah menempatkan pengendalian kebocoran anggaran sebagai agenda utama.

Dampak kebijakan energi dan fiskal

Di bidang energi, Qodari menyatakan pemerintah sedang memperkuat kemandirian energi nasional untuk merespons kekhawatiran atas kenaikan harga BBM. Ia menilai perubahan harga BBM nonsubsidi saat ini dipengaruhi kondisi global dan ketergantungan Indonesia pada impor energi.

Untuk mengurangi ketergantungan tersebut, pemerintah disebut menjalankan sejumlah strategi, termasuk pengembangan biodiesel B50 dan campuran etanol E20 untuk bensin. Qodari juga menegaskan perubahan harga minyak dunia tidak memengaruhi BBM bersubsidi, karena harga untuk jenis subsidi tetap tidak naik.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang respons pemerintah atas tuntutan aksi mahasiswa di Bundaran HI, kami mengulas klaim efisiensi APBN sekitar Rp300 triliun serta langkah menutup kebocoran anggaran, termasuk pembentukan Danantara. Kami juga menyoroti fokus ketahanan energi melalui dorongan biodiesel B50 dan etanol E20, dengan penegasan bahwa BBM bersubsidi tidak ikut naik meski harga minyak dunia bergejolak.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.