Demonstrasi mahasiswa menandai tekanan sosial-politik bagi pemerintahan Prabowo
Gejolak demonstrasi mahasiswa di sejumlah kota dalam beberapa pekan terakhir memperlihatkan tekanan baru terhadap stabilitas sosial-politik pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pelemahan rupiah, kenaikan harga BBM nonsubsidi, dan hambatan pada sejumlah program pemerintah menjadi latar yang mendorong aksi turun ke jalan.
Sorotan
- Aksi BEM UI pada Juni 2026 menuntut penurunan harga kebutuhan pokok, penghentian pemborosan APBN, dan koreksi kebijakan akibat kenaikan harga Pertamax menjadi Rp 16.250 per liter.
- Demonstrasi mahasiswa di Jawa Tengah menyoroti depresiasi rupiah dengan peringatan jika menembus Rp 25.000 per dollar AS, potensi krisis politik meningkat.
- Aliansi BEM Nusantara di Jawa Timur mengaitkan perlambatan ekonomi, represi militeristik, dan dominasi oligarki dengan risiko sistemik krisis mirip kejatuhan Orde Baru 1998.
Perbedaan tuntutan dan pola gerakan
Seperti ditulis Kompas Indeks News Indonesia, aksi mahasiswa saat ini menunjukkan fragmentasi yang makin jelas antara pendekatan reformis di Jakarta dan nada perlawanan yang lebih radikal di daerah.Dalam aksi BEM UI di Jakarta pada pertengahan Juni 2026, gerakan lebih diarahkan pada koreksi kebijakan sektoral, bukan penolakan total terhadap legitimasi kekuasaan. Lima tuntutan yang dibawa mencakup penghentian pemborosan APBN, penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM, penghentian program Makan Bergizi Gratis, pembatalan proyek Koperasi Desa Merah Putih, serta penghentian militerisme di ranah sipil.
Konsolidasi BEM UI dipimpin Ketua BEM Fakultas Hukum UI, Anandaku Dimas Rumi Chattaristo. Tuntutan mereka didasarkan pada sejumlah persoalan konkret, termasuk kenaikan harga Pertamax menjadi Rp 16.250 per liter, kasus korupsi mantan pimpinan Badan Gizi Nasional, dan insiden pengrusakan sekolah di Ende yang dikaitkan dengan pembangunan fisik koperasi desa.
Risiko fragmentasi bagi tekanan politik
Berbeda dengan Jakarta, gerakan mahasiswa di Jawa Tengah dan Jawa Timur membawa narasi yang lebih keras dan lebih dekat pada peringatan krisis politik yang lebih luas.Di Jawa Tengah, aksi yang dikaitkan dengan aktivis mahasiswa Kailani Rizqi Pratama menampilkan simbol pembakaran uang mainan di atas spanduk kematian rupiah. Pesan yang dibawa menegaskan bahwa jika depresiasi rupiah terus berlanjut hingga menembus Rp 25.000 per dollar AS, kemarahan publik dinilai dapat bermuara pada Reformasi Jilid II.
Di Jawa Timur, aliansi BEM Nusantara menghubungkan perlambatan ekonomi dengan tudingan kemunduran demokrasi, represi militeristik terhadap warga sipil, dan dominasi oligarki. Dalam sudut pandang itu, krisis yang berkembang tidak lagi diperlakukan sebagai kegagalan teknokratis semata, melainkan sebagai gejala sistemik yang mengingatkan pada situasi menjelang kejatuhan Orde Baru pada 1998.
Dalam liputan kami sebelumnya tentang aksi mahasiswa Universitas Indonesia di Sudirman–Thamrin pada 12 Juni 2026, kami mengulas sorotan terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok dan BBM, kritik atas efektivitas APBN, serta kekhawatiran soal ruang demokrasi. Kami juga menekankan bagaimana tuntutan penurunan harga BBM berhadapan dengan keterbatasan ruang fiskal di tengah membengkaknya subsidi energi, sekaligus memperluas isu dari ekonomi ke akuntabilitas dan penolakan militerisme di ranah sipil.
Berita USD/IDR Terbaru
- Forex
- Crypto