ASEAN mencatat pelemahan mata uang, rupiah belum masuk dua terendah
Pergerakan kurs di kawasan ASEAN kembali menjadi sorotan setelah rupiah sempat menembus Rp17.000 per dolar U.S. pada Mei 2026. Di tengah kekhawatiran atas tekanan nilai tukar domestik, daftar terbaru mata uang terlemah di ASEAN menempatkan dong Vietnam dan kip Laos pada posisi dengan nominal terendah terhadap dolar U.S.
Sorotan
- Dolar U.S. setara dengan 26.322,41 dong Vietnam dan 21.946,67 kip Laos per 15 Mei 2026, menempatkan kedua mata uang sebagai terlemah di ASEAN.
- Pelemahan dong Vietnam terkait pembatasan ekspor, perlambatan permintaan global, dan suku bunga tinggi di Amerika Serikat meskipun fundamental sektor riil tetap kuat.
- Rupiah sempat melewati Rp17.000 per dolar U.S., melampaui rekor krisis 1998, mencerminkan tekanan eksternal dan risiko nilai tukar di ASEAN.
Peringkat mata uang lemah ASEAN per Mei 2026
Seperti dilaporkan Forbes, daftar mata uang terlemah di ASEAN yang dirilis Rabu, 20 Mei 2026, menunjukkan satu dolar U.S. setara dengan 26.322,41 dong Vietnam per 15 Mei 2026. Nilai tukar itu menempatkan dong Vietnam sebagai mata uang dengan nominal terendah di kawasan dalam data yang disebutkan.Tekanan pada dong dikaitkan dengan pembatasan ekspor, perlambatan permintaan global, dan dampak suku bunga tinggi yang bertahan lama di Amerika Serikat. Meski Vietnam memiliki struktur ekonomi yang kuat di sektor elektronik, energi, dan tekstil, mata uangnya tetap berada pada level rendah terhadap dolar U.S.
Dalam daftar yang sama, satu dolar U.S. setara dengan 21.946,67 kip Laos per 15 Mei 2026. Kip Laos tetap menjadi salah satu mata uang bernilai terendah di ASEAN meski negara itu memiliki sumber daya alam seperti tembaga, emas, dan kayu.
Dampak bagi perhatian pasar Indonesia
Kekhawatiran di Indonesia meningkat setelah rupiah sempat melampaui Rp17.000 per dolar U.S., level yang disebut melampaui rekor kurs pada krisis moneter Juni 1998 di kisaran Rp16.800. Pergerakan itu memicu perhatian pasar karena menunjukkan tekanan eksternal masih membebani mata uang di kawasan.Data ini juga menegaskan bahwa pelemahan kurs di ASEAN tidak hanya dipengaruhi faktor domestik, tetapi juga kondisi global seperti perlambatan permintaan dan tingginya suku bunga di U.S. Bagi pelaku usaha dan investor, perbandingan antar mata uang regional menjadi indikator penting untuk membaca daya tahan ekonomi, biaya impor, dan risiko nilai tukar ke depan.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia pada Mei 2026, kami membahas langkah BI menaikkan BI Rate 50 bps menjadi 5,25% untuk menahan tekanan pada rupiah dan menjaga inflasi di tengah meningkatnya gejolak global. Kami juga menyoroti bahwa BI tetap mempertahankan kebijakan makroprudensial yang longgar agar penyaluran kredit dan pertumbuhan ekonomi domestik tidak tertekan meski biaya dana cenderung naik.
Berita AUD/USD Terbaru
- Forex
- Crypto