PLN EPI dorong CBG limbah sawit untuk kurangi impor LNG dan emisi
Indonesia melihat limbah cair kelapa sawit sebagai sumber energi rendah karbon yang dapat memperkuat ketahanan energi sekaligus menekan emisi metana. Skema ini juga diposisikan untuk mendukung pengurangan ketergantungan pada LNG dan target bauran energi baru terbarukan nasional pada 2030.
Sorotan
- PLN EPI mengembangkan Compressed Biomethane Gas (CBG) berbasis limbah sawit (POME) untuk mengurangi emisi dan impor LNG, dengan potensi pemanfaatan 130 juta meter kubik limbah cair per tahun.
- Model ekosistem terintegrasi PLN EPI menjadikan perusahaan agregator dan offtaker, menghubungkan pabrik kelapa sawit, penyedia teknologi, lembaga pembiayaan, sektor industri, dan pembangkit listrik.
- Proyek cofiring CBG di PLTGU Belawan dengan empat fasilitas CBG memerlukan investasi sekitar USD20 juta, potensi menghindari emisi hingga 500 ribu ton CO2e dan mendukung target Net Zero Emissions 2060.
Skema pengembangan CBG dari limbah sawit
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, PLN EPI menyatakan pengembangan Compressed Biomethane Gas berbasis Palm Oil Mill Effluent, atau POME, menjadi salah satu jalur yang dinilai efektif untuk mengurangi emisi sekaligus membangun pasokan energi domestik. Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir mengatakan Indonesia memiliki potensi besar karena ketersediaan bahan baku, teknologi, dan pembiayaan sudah ada, sementara tantangan utamanya adalah menyusun skema bisnis agar implementasi dapat dipercepat.Indonesia memiliki sekitar 3.000 pabrik kelapa sawit dengan potensi limbah cair sekitar 130 juta meter kubik per tahun, tetapi sebagian besar belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber energi. PLN EPI memperkirakan emisi dari limbah sawit mencapai sekitar 20 juta ton CO2e per tahun, dan hampir 90 persen di antaranya dinilai dapat ditangani melalui utilisasi menjadi sumber energi baru.
Untuk mempercepat pengembangan biomethane, PLN EPI membangun ekosistem CBG terintegrasi yang mencakup pengamanan pasokan bahan baku, pembangunan fasilitas produksi, hingga penciptaan pasar. Dalam model ini, PLN EPI berperan sebagai agregator dan offtaker yang menghubungkan pabrik kelapa sawit, penyedia teknologi, lembaga pembiayaan, sektor industri, dan pembangkit listrik.
Dampak bagi pasokan energi dan target dekarbonisasi
Hokkop menilai pengembangan CBG tidak hanya berkontribusi pada penurunan emisi, tetapi juga mendukung target bauran energi baru terbarukan sebesar 44 sampai 48 persen pada 2030 serta sasaran Net Zero Emissions 2060. PLN EPI juga menyatakan kesiapan untuk membeli dan menyalurkan produksi CBG ke pembangkit agar investasi di sektor ini dapat bergerak lebih cepat.Salah satu implementasi yang sedang dipersiapkan adalah proyek cofiring CBG di PLTGU Belawan. Untuk satu turbin gas berkapasitas 130 megawatt dengan tingkat cofiring 2,5 persen, kebutuhannya mencapai sekitar 450 MMBTUD Bio-CBG yang berasal dari pemanfaatan sekitar 330.000 meter kubik POME per tahun, atau setara satu fasilitas CBG.
Untuk memenuhi kebutuhan empat turbin di PLTGU Belawan, dibutuhkan sekitar empat fasilitas CBG dengan total investasi sekitar USD20 juta. Implementasi itu diperkirakan dapat menghindari emisi hingga sekitar 500 ribu ton CO2e, sambil memperluas pemanfaatan limbah sawit sebagai sumber energi bernilai ekonomi.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang pengawasan harga tandan buah segar (TBS) sawit di tingkat petani, pemerintah menegaskan akan bertindak jika pergerakan harga tidak selaras dengan kondisi pasar global. Artikel itu menjelaskan langkah Kementerian Pertanian memperketat pengawasan tata niaga dan meminta penindakan terhadap pihak yang diduga mempermainkan harga, dengan tujuan menjaga transparansi serta melindungi pendapatan jutaan orang yang bergantung pada sektor sawit.
Berita AUD/USD Terbaru
- Forex
- Crypto