BRI Finance optimalkan struktur pendanaan saat BI Rate naik
Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia menjadi 5,50% mendorong perusahaan pembiayaan lebih selektif dalam menyusun strategi pendanaan. Di tengah biaya dana yang masih relatif tinggi, BRI Finance menilai kebutuhan pendanaan industri multifinance tetap kuat seiring pertumbuhan pembiayaan dan kebutuhan refinancing.
Sorotan
- PT BRI Multifinance Indonesia memfokuskan pengelolaan pendanaan pada diversifikasi sumber dana dan keseimbangan biaya di tengah BI Rate tinggi.
- Permintaan pendanaan di industri multifinance tetap tumbuh didorong kebutuhan refinancing, meskipun perusahaan lebih selektif memilih waktu dan instrumen pendanaan.
- BRI Finance menggunakan kombinasi obligasi ber-tenor panjang dan pinjaman perbankan untuk optimalkan struktur biaya dan kelola likuiditas perusahaan.
Strategi pendanaan di tengah suku bunga tinggi
Seperti diberitakan KONTAN, PT BRI Multifinance Indonesia menyatakan level suku bunga yang masih tinggi menjadi faktor utama dalam pengelolaan sumber dana perusahaan. Corporate Secretary BRI Finance Aditia Fakhri Ramadhani mengatakan perseroan kini berfokus mengoptimalkan struktur pendanaan melalui diversifikasi sumber dana, pengelolaan jatuh tempo kewajiban, serta menjaga keseimbangan antara biaya dana dan pertumbuhan bisnis.Ramadhani mengatakan kebutuhan pendanaan di industri multifinance masih tetap ada seiring pertumbuhan pembiayaan dan kebutuhan refinancing. Karena itu, aktivitas pendanaan diperkirakan tetap berlangsung meski pelaku industri menjadi lebih cermat dalam menentukan waktu, instrumen, dan struktur pendanaan yang paling efisien.
Pilihan instrumen dan dampak bagi industri
Menurut BRI Finance, obligasi dan pinjaman perbankan masing-masing memiliki karakteristik serta keunggulan yang berbeda. Pemilihan instrumen akan bergantung pada kondisi pasar, profil jatuh tempo yang dibutuhkan, struktur biaya, dan strategi pengelolaan likuiditas perusahaan.Ia menambahkan bahwa dalam kondisi tertentu obligasi dapat menjadi alternatif menarik karena menawarkan tenor lebih panjang dan membantu diversifikasi sumber pendanaan. Di sisi lain, pinjaman perbankan tetap menjadi sumber penting karena memberi fleksibilitas dalam penarikan dana dan pengelolaan kebutuhan likuiditas, sehingga perusahaan umumnya mengombinasikan keduanya untuk membentuk struktur pendanaan yang optimal.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang kenaikan BI-Rate dan dampaknya, kami mengulas keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan 25 bps menjadi 5,50% beserta penyesuaian suku bunga Deposit Facility dan Lending Facility. Kami juga menyoroti latar belakang kebijakan tersebut—mulai dari tekanan eksternal, pelemahan rupiah, hingga arus modal—serta bagaimana dinamika suku bunga ini memengaruhi pasar, khususnya kinerja dan prospek saham perbankan.
Berita Bank Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto