Harga emas Antam naik, buyback menguat di Jakarta

Harga emas Antam naik, buyback menguat di Jakarta
Harga emas Antam naik

Pergerakan harga logam mulia di pasar domestik kembali menunjukkan kenaikan pada perdagangan hari ini di Jakarta. Harga emas Antam bertambah Rp4.000 menjadi Rp2.733.000 per gram, sementara harga buyback naik lebih besar, Rp14.000 menjadi Rp2.514.000 per gram.

Sorotan

  • Harga emas Antam naik menjadi Rp2.733.000 per gram pada 17 Juni 2026 di Butik Emas Logam Mulia Setiabudi One, Jakarta.
  • Kenaikan harga jual dan buyback Antam hari ini meningkatkan nilai transaksi, dengan selisih buyback lebih besar menarik perhatian pelaku ritel.
  • Ketersediaan stok terbatas untuk beberapa jenis emas dan perubahan harga harian memengaruhi preferensi dan waktu transaksi konsumen emas ritel.

Rincian harga dan ketentuan transaksi

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, harga tersebut berlaku untuk transaksi di Butik Emas Logam Mulia Setiabudi One, Jakarta, dengan acuan dari laman resmi Logam Mulia. Sejumlah jenis emas saat ini juga masih belum tersedia.

Saat ini, PPN tidak dipungut sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2022, sehingga nilai PPN tidak diperhitungkan dalam total transaksi. Selain itu, sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 48 Tahun 2023, pembelian emas dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 0,25 persen dan PT Antam Tbk akan menerbitkan bukti potong atas pungutan tersebut sebagai penjual.

Rincian harga emas Antam hari ini, Rabu (17/6/2026), meliputi 0,5 gram Rp1.416.500, 1 gram Rp2.733.000, 2 gram Rp5.416.000, 3 gram Rp8.106.000, 5 gram Rp13.480.000, 10 gram Rp26.880.000, 25 gram Rp67.035.000, 50 gram Rp133.905.000, 100 gram Rp267.660.000, 250 gram Rp668.840.000, 500 gram Rp1.337.400.000, dan 1.000 gram Rp2.673.600.000.

Dampak bagi pembeli dan pemilik emas

Kenaikan harga jual dan buyback menunjukkan nilai transaksi emas batangan Antam menguat pada hari ini, baik bagi calon pembeli maupun pemilik yang ingin menjual kembali koleksinya. Selisih kenaikan buyback yang lebih besar dari harga jual juga menjadi perhatian pelaku ritel yang memantau momentum pencairan aset logam mulia.

Bagi pasar emas ritel di Indonesia, perubahan harga harian seperti ini tetap menjadi acuan utama dalam menentukan waktu pembelian, penjualan kembali, dan ukuran produk yang dipilih. Ketersediaan stok pada beberapa jenis emas juga dapat memengaruhi preferensi transaksi konsumen di gerai resmi.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang pergerakan harga emas (XAU), kami membahas kenaikan harga yang didorong arus safe haven di tengah dinamika geopolitik serta perubahan ekspektasi inflasi dan suku bunga. Kami juga menyoroti bahwa meski momentum masih cenderung bullish, sejumlah indikator teknikal sudah berada di area overbought sehingga risiko koreksi jangka pendek tetap perlu diwaspadai.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.