Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia belum langsung mengubah strategi pembiayaan kendaraan PT Bank Central Asia Tbk di tengah kekhawatiran cicilan kredit menjadi lebih mahal. Bank ini menyatakan penetapan bunga kredit kendaraan bermotor tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat agar levelnya masih dapat diterima pasar.
Sorotan
- BCA mempertahankan bunga KKB meski BI Rate naik menjadi 5,5% pekan lalu, mempertimbangkan kemampuan daya beli masyarakat.
- Portofolio KKB BCA tercatat Rp53,9 triliun hingga kuartal I-2026, dengan penyaluran kredit tetap memperhatikan risiko ekonomi dan industri.
- BCA terus menyesuaikan produk dan layanan serta memperkuat kerja sama strategis untuk memperluas ekspansi pembiayaan kendaraan.
Kebijakan bunga KKB dan pertimbangan pasar
Seperti dilaporkan KONTAN, PT Bank Central Asia Tbk memastikan bunga kredit kendaraan bermotor, atau KKB, tidak otomatis naik setelah Bank Indonesia menaikkan BI Rate menjadi 5,5% pada pekan lalu. EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Heryn mengatakan perubahan suku bunga acuan memang memengaruhi keputusan perseroan, tetapi tidak serta-merta mendorong penyesuaian bunga KKB.Menurut Hera, BCA selalu memperhitungkan kemampuan daya beli masyarakat dalam menentukan bunga KKB. Karena itu, bank secara berkala meninjau efektivitas tingkat suku bunga yang diberikan kepada nasabah agar tetap berada pada level yang dapat diterima pasar.
Dampak terhadap portofolio dan ekspansi pembiayaan
Hingga kuartal I-2026, portofolio KKB BCA mencapai Rp53,9 triliun. Penyaluran kredit kendaraan tetap dilakukan dengan memperhatikan faktor risiko di tengah dinamika kondisi ekonomi dan industri.Ke depan, BCA menyatakan terus menyesuaikan produk dan layanan agar tetap relevan dengan kebutuhan pasar. Perseroan juga memperkuat kerja sama strategis dengan mitra untuk memperluas jaringan dan jangkauan di sektor pembiayaan kendaraan.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang perlambatan kredit kendaraan bermotor (KKB) pada 2026, kami mengulas kontraksi penyaluran KKB yang berlanjut seiring melemahnya permintaan pembiayaan di tengah tekanan daya beli rumah tangga. Kami juga mencatat kenaikan BI Rate ke 5,5% berpotensi menambah tekanan melalui risiko kenaikan bunga pinjaman, meski respons bank berbeda-beda, termasuk BCA yang menegaskan bunga KKB tidak otomatis naik sambil tetap meninjau produk dan memperkuat kemitraan pembiayaan.
Berita Bank Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto