Tani Merdeka Indonesia klaim program MBG topang penyerapan panen dan stabilitas harga

Tani Merdeka Indonesia klaim program MBG topang penyerapan panen dan stabilitas harga
MBG stabilkan harga panen

Dukungan sebagian kelompok petani terhadap program Makan Bergizi Gratis, atau MBG, muncul di tengah perdebatan publik mengenai kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dalam aksi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat, perwakilan organisasi petani menyebut program itu membantu memperluas serapan hasil pertanian dan menjaga harga pasar tetap stabil.

Sorotan

  • Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir klaim program MBG mempermudah penyerapan hasil panen petani di berbagai daerah.
  • Don menyatakan program MBG meningkatkan akses pupuk, membantu penjualan komoditas seperti kubis, dan berdampak pada sektor hortikultura serta peternakan.
  • Pedagang dan masyarakat desa merasakan stabilitas harga di pasar akibat program MBG, yang dinilai efektif mendukung penghidupan petani, nelayan, dan peternak.

Klaim manfaat MBG bagi rantai pasok pangan

Seperti dilaporkan Kompas.com, Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir menyatakan para petani di berbagai daerah merasa puas dengan pelaksanaan program MBG. Ia mengatakan manfaat program tidak hanya dirasakan pelajar sebagai penerima, tetapi juga petani yang memasok bahan pangan karena hasil panen disebut lebih mudah terserap.

Don menyebut pemerintah tidak hanya membantu petani melalui penyediaan bibit dan sarana pertanian, tetapi juga menyerap kembali hasil panen mereka. Ia juga mengeklaim akses pupuk kini lebih mudah diperoleh petani dibanding sebelumnya.

Dalam pernyataannya, Don mencontohkan komoditas seperti kubis yang menurut dia sebelumnya sulit terjual, kini lebih laku karena terhubung dengan kebutuhan program MBG. Ia mengatakan kondisi serupa disebut terjadi di Magelang dan sejumlah daerah lain, serta turut dirasakan sektor peternakan, perkebunan, dan buah-buahan.

Dampak terhadap harga dan dukungan di desa

Menurut Don, pedagang juga merasakan dampak program melalui stabilitas harga barang di pasar. Ia menilai keterkaitan MBG dengan pertanian membuat kebijakan itu menyentuh masyarakat desa yang bergantung pada usaha tani, perikanan, dan peternakan.

Ia menambahkan mayoritas warga di sejumlah desa yang berprofesi sebagai petani, nelayan, dan peternak merasa puas dengan program pemerintah saat ini. Don juga meminta pihak yang mengkritik MBG dan kebijakan pemerintah lain untuk melihat langsung kondisi masyarakat di pedesaan sebelum menyampaikan penilaian.

Dalam liputan kami sebelumnya tentang penghentian sementara distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama libur sekolah, kami mengulas keputusan Badan Gizi Nasional untuk melakukan audit, standardisasi operasional, pembenahan tata kelola, dan pembaruan data penerima sebelum program berjalan kembali. Kami juga menyoroti keberatan pelaku usaha rantai pasok—mulai dari dapur penyedia makanan hingga pemasok pangan dan UMKM—karena jeda program dinilai langsung menekan aktivitas ekonomi yang sudah terhubung dengan MBG.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.