Rencana anggaran program makan bergizi gratis pada 2027 disebut berpotensi turun signifikan setelah evaluasi tata kelola dilakukan di tengah sorotan mahasiswa terhadap sejumlah kebijakan publik. Penghematan yang diklaim mencapai Rp70 triliun itu disampaikan dalam audiensi di Gedung DPR RI, Jakarta, yang juga membahas pasokan BBM bersubsidi dan stabilitas ekonomi-politik nasional.
Sorotan
- Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa menyatakan anggaran program makan bergizi gratis (MBG) 2027 berpotensi lebih hemat Rp70 triliun dari tahun sebelumnya.
- Efisiensi anggaran MBG dicapai melalui evaluasi tata kelola dan pemangkasan pos-pos tidak penting oleh pimpinan baru BGN, meski tanpa rincian detail.
- Pemerintah mendapat tekanan tambahan menyusul janji Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memenuhi BBM subsidi yang langka, demi stabilitas ekonomi dan politik nasional.
Evaluasi tata kelola program 2027
Seperti dilaporkan Kompas.com, Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa mengatakan anggaran program makan bergizi gratis, atau MBG, pada 2027 berpotensi lebih hemat Rp70 triliun dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menyampaikan klaim itu seusai menerima audiensi mahasiswa di Gedung DPR RI pada Jumat, 19 Juni 2026.Saan menyebut informasi tersebut muncul setelah Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad berkomunikasi langsung dengan Kepala BGN, Nanik Sudaryanti Deyang, untuk menyampaikan tuntutan mahasiswa. Menurut dia, penghematan berasal dari evaluasi pimpinan baru BGN terhadap tata kelola program dan pemangkasan alokasi anggaran yang dinilai tidak penting.
Ia menambahkan penyisiran dilakukan terhadap bagian-bagian program MBG yang dianggap tidak efisien. Namun, tidak ada rincian lebih lanjut dalam pernyataan itu mengenai pos anggaran yang dipangkas atau skema baru pelaksanaan program pada 2027.
Dampak isu BBM dan stabilitas nasional
Dalam audiensi yang sama, mahasiswa juga menyampaikan keluhan mengenai kenaikan harga Pertamax dan kelangkaan BBM bersubsidi di sejumlah daerah. Saan mengatakan Dasco turut berkomunikasi langsung dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan percakapan itu didengar oleh para mahasiswa yang hadir.Menurut Saan, Menteri ESDM berjanji memenuhi kebutuhan BBM subsidi yang langka berdasarkan temuan mahasiswa dalam waktu singkat. Isu ini menambah tekanan pada pemerintah untuk menjaga kelancaran distribusi energi sekaligus meredam dampaknya terhadap biaya hidup masyarakat dan aktivitas ekonomi daerah.
Saan juga mengatakan mahasiswa tetap menekankan pentingnya menjaga stabilitas ekonomi dan politik nasional meski menyampaikan kritik kepada pemerintah. Penekanan pada stabilitas itu menunjukkan bahwa tuntutan efisiensi anggaran dan ketersediaan energi dipandang terkait langsung dengan iklim ekonomi yang lebih luas.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang audiensi mahasiswa di Gedung DPR RI pada 19 Juni 2026, kami mengulas janji pimpinan DPR untuk meneruskan aspirasi ke pemerintah dan menindaklanjuti isu yang dinilai mendesak. Pembahasannya mencakup kelangkaan BBM bersubsidi dan kenaikan harga Pertamax, evaluasi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibicarakan dengan Badan Gizi Nasional, serta dorongan percepatan penanganan sejumlah kasus hukum mahasiswa.
Berita BAM Group Terbaru
- Forex
- Crypto