Ashutosh Sureka

DPR janjikan tindak lanjut aspirasi mahasiswa soal MBG dan BBM

DPR janjikan tindak lanjut aspirasi mahasiswa soal MBG dan BBM
DPR janji tindak lanjut MBG-BBM

Aksi mahasiswa di kompleks parlemen Jakarta pada Jumat malam mendorong pimpinan DPR membuka dialog tertutup dengan perwakilan kampus dan menyampaikan sejumlah komitmen kebijakan. Pertemuan itu menyoroti pengawasan DPR atas program makan bergizi gratis, harga Pertamax, serta kelangkaan BBM bersubsidi di sejumlah daerah.

Sorotan

  • DPR, dipimpin Sufmi Dasco Ahmad dan Saan Mustopa, berjanji menindaklanjuti aspirasi mahasiswa terkait MBG dan BBM kepada pemerintah.
  • Saan Mustopa menyatakan anggaran program makan bergizi gratis (MBG) tahun 2027 berpotensi lebih hemat Rp 70 triliun setelah evaluasi tata kelola oleh BGN.
  • Mahasiswa menyoroti kenaikan harga Pertamax dan kelangkaan BBM bersubsidi, meminta DPR membawa isu biaya hidup dan distribusi BBM ke pemerintah.

Komitmen DPR usai audiensi mahasiswa

Seperti dilaporkan Kompas.com, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dan Saan Mustopa menemui demonstran mahasiswa yang beraksi di depan gedung DPR pada Jumat, 19 Juni 2026 malam. Pertemuan juga dihadiri Ketua Komisi III DPR Habiburokhman, Wakil Ketua Komisi III DPR Rano Alfath, dan Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan DPR Nazaruddin Dek Gam.

Perwakilan mahasiswa dari HMI MPO, Universitas Trisakti, Universitas Mercu Buana, Universitas Esa Unggul, dan sejumlah kampus lain mengikuti audiensi tertutup di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen. Setelah itu, pimpinan DPR dan perwakilan mahasiswa menggelar konferensi pers bersama sebelum Dasco dan Saan menemui massa dari atas mobil komando.

Dalam konferensi pers, Dasco mengatakan aspirasi mahasiswa akan diteruskan kepada pemerintah dan juga menjadi bagian dari tugas pengawasan DPR. Pernyataan itu menegaskan posisi DPR sebagai penyalur tuntutan mahasiswa terkait isu kebijakan publik yang mereka soroti dalam demonstrasi.

Dampak isu MBG dan BBM bagi kebijakan

Saan Mustopa mengatakan anggaran program makan bergizi gratis, atau MBG, pada 2027 berpotensi lebih hemat Rp 70 triliun dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menyebut potensi penghematan itu muncul setelah Dasco berkomunikasi langsung dengan Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryanti Deyang, mengenai tuntutan mahasiswa.

Menurut Saan, penghematan berasal dari evaluasi tata kelola MBG oleh pimpinan baru BGN dan pemangkasan alokasi anggaran yang dinilai tidak penting atau tidak efisien. Klaim ini menempatkan program MBG sebagai salah satu fokus pengawasan belanja negara yang juga menjadi perhatian kelompok mahasiswa.

Selain MBG, mahasiswa juga menyampaikan keluhan mengenai kenaikan harga Pertamax dan kelangkaan BBM bersubsidi di sejumlah daerah. Isu energi itu menambah tekanan agar DPR membawa persoalan biaya hidup dan distribusi bahan bakar ke tingkat pemerintah untuk ditindaklanjuti.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang audiensi mahasiswa dengan pimpinan DPR pada 19 Juni 2026, kami menyoroti komitmen DPR untuk meneruskan tuntutan ke pemerintah sekaligus menjadikannya bahan pengawasan. Artikel itu mengulas isu utama yang dibawa mahasiswa, mulai dari tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga kenaikan harga Pertamax, kelangkaan BBM bersubsidi, dan dorongan percepatan penanganan kasus hukum yang menimpa mahasiswa.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.