Papua Barat dorong hilirisasi kakao sebagai bukti implementasi dana Otsus

Papua Barat dorong hilirisasi kakao sebagai bukti implementasi dana Otsus
Hilirisasi kakao Papua Barat

Kunjungan kerja Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka ke Papua Barat pekan ini menyoroti pemanfaatan Dana Otsus Papua untuk pengembangan komoditas bernilai tambah. Peninjauan ke perkebunan dan pabrik kakao di Manokwari Selatan menjadi bagian dari upaya pemerintah menunjukkan manfaat ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya orang asli Papua.

Sorotan

  • Pengembangan hilirisasi kakao di Distrik Ransiki, Manokwari Selatan, dinilai pemerintah sebagai bukti implementasi Dana Otsus yang tepat sasaran.
  • Pemerintah menegaskan komitmen memperkuat sektor produktif lokal, memastikan nilai tambah ekonomi kakao dirasakan langsung masyarakat Papua.
  • Penekanan pada hilirisasi kakao menjadi arah kebijakan untuk memperluas dampak pembangunan ekonomi Papua melalui penciptaan aktivitas bernilai tambah di tingkat lokal.

Peninjauan kakao dan pesan pemerintah

Seperti dikutip dari siaran pers, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk mengatakan pengembangan kakao dari hulu hingga hilir di Distrik Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan, merupakan contoh implementasi Dana Otsus yang tepat sasaran. Dalam kunjungan itu, ia mendampingi Gibran yang juga menanam kakao di perkebunan Papua sebagai bagian dari agenda kerja di Provinsi Papua Barat.

Ribka menyatakan keberhasilan Otsus perlu dibuktikan melalui program yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat peran orang asli Papua dalam pembangunan daerah. Menurut dia, ukuran utama penggunaan Dana Otsus yang baik adalah ketika manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat dan mampu menggerakkan ekonomi daerah.

Ia juga menegaskan pemerintah berkomitmen memperkuat sektor-sektor produktif berbasis potensi lokal secara berkelanjutan. Melalui pengembangan kakao seperti ini, pemerintah ingin memastikan nilai tambah ekonomi dinikmati oleh masyarakat Papua sendiri.

Dampak bagi ekonomi lokal Papua

Penekanan pada hilirisasi kakao menunjukkan arah kebijakan pemerintah untuk memperluas manfaat pembangunan di Papua melalui komoditas unggulan daerah. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada penyaluran anggaran, tetapi juga pada penciptaan aktivitas ekonomi yang memberi nilai tambah di tingkat lokal.

Kunjungan kerja tersebut menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan pelaksanaan Otsus Papua berjalan efektif dan tepat sasaran. Pada saat yang sama, pemerintah mendorong pengembangan sektor unggulan berbasis potensi lokal agar manfaat pembangunan makin nyata bagi masyarakat Papua, terutama orang asli Papua.

Penerapan prinsip ESG oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam layanan keuangan inklusif dan program pemberdayaan masyarakat menjadi sorotan dalam liputan kami sebelumnya. PNM meraih empat penghargaan di Indonesia Sustainability Award 2026, yang menegaskan bahwa praktik keberlanjutan dapat diukur lewat dampak sosial nyata—terutama perluasan akses keuangan bagi kelompok prasejahtera serta penguatan tata kelola perusahaan.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.