Indonesia soroti ketahanan ekonomi dan risiko PHK di tengah gejolak global
Di tengah meningkatnya kekhawatiran atas dampak konflik global terhadap pasar tenaga kerja, pimpinan DPR menilai fundamental ekonomi dan fiskal Indonesia tetap kuat. Pernyataan itu juga menekankan pentingnya menjaga kepercayaan investor dan stabilitas nasional agar tekanan terhadap lapangan kerja tidak meluas.
Sorotan
- Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menegaskan fundamental ekonomi dan kondisi fiskal Indonesia tetap kuat meski ada sentimen negatif akibat gejolak global.
- Perang antara U.S. dan Iran menimbulkan tekanan terhadap investasi dan dunia usaha di Indonesia, meningkatkan risiko pemutusan hubungan kerja.
- Stabilitas ekonomi, politik, dan kepercayaan investor dinilai sebagai faktor utama untuk meredam dampak konflik global pada sektor ketenagakerjaan Indonesia.
Pesan stabilitas ekonomi dalam Rakernas KSPI
Seperti dikutip dari siaran Youtube KSPI, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan dalam rapat kerja nasional KSPI pada Selasa (23/6/2026) bahwa fundamental ekonomi dan kondisi fiskal Indonesia kuat, meski ada pihak-pihak yang menggambarkan keadaan nasional seolah sedang menuju keruntuhan.Ia menilai konflik global dimanfaatkan oleh sebagian pihak untuk membentuk kesan bahwa Indonesia tidak dalam kondisi baik. Karena itu, Dasco meminta kalangan buruh menjaga persatuan dan kekompakan bersama pemerintah serta masyarakat untuk menopang kesejahteraan bersama.
Dalam pidatonya, Dasco juga menegaskan seluruh elemen bangsa perlu menjaga stabilitas ekonomi dan politik. Menurut dia, pemanfaatan isu global yang berkembang belakangan ini berisiko mengganggu kestabilan yang dibutuhkan untuk kemakmuran rakyat.
Dampak konflik global terhadap investasi dan tenaga kerja
Dasco menjelaskan bahwa perang antara U.S. dan Iran memang menimbulkan berbagai dampak bagi Indonesia. Setelah kedua negara disebut sepakat berdamai, ia menilai fokus berikutnya adalah menjaga keyakinan investor asing agar tekanan terhadap dunia usaha tidak berujung pada pemutusan hubungan kerja.Ia menggambarkan tantangan saat ini sebagai upaya bersama melawan risiko PHK yang merembet dari dampak perang global ke dalam negeri. Dalam kerangka itu, stabilitas ekonomi, stabilitas politik, dan kepercayaan investor diposisikan sebagai faktor utama untuk menahan tekanan pada sektor ketenagakerjaan.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang kenaikan harga gas industri, kami menyoroti kekhawatiran serikat buruh bahwa lonjakan biaya energi dapat memicu PHK besar-besaran hingga sekitar 55.000 pekerja. Di forum Rakernas KSPI, Sufmi Dasco Ahmad bahkan meminta penjelasan langsung dari Dirut Pertamina dan mendorong koordinasi dengan PGN agar ada penyesuaian pasokan serta harga LNG demi menjaga kelangsungan industri dan lapangan kerja.
Berita Labor Market Terbaru
- Forex
- Crypto