Indonesia pantau risiko PHK di tengah tekanan ekonomi global
Pemerintah menyoroti potensi pemutusan hubungan kerja di sejumlah wilayah Indonesia ketika ketidakpastian ekonomi global terus menekan kondisi domestik. Kementerian Ketenagakerjaan menyatakan pemantauan dilakukan berkelanjutan dengan penanganan yang disesuaikan menurut tingkat risiko di masing-masing perusahaan.
Sorotan
- Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan tekanan ekonomi global memicu kekhawatiran PHK di berbagai daerah Indonesia per 23 Juni 2026.
- Kemnaker, lewat Direktorat Jenderal Jamsos PHI, memantau gelombang PHK dengan dashboard ketenagakerjaan dan menyesuaikan mitigasi berdasarkan risiko masing-masing perusahaan.
- Industri keramik menghadapi ancaman PHK akibat kelangkaan gas, menunjukkan persoalan ketenagakerjaan dipengaruhi kombinasi tekanan global, kendala pasokan, dan kebijakan sektoral domestik.
Pemantauan Kemnaker dan langkah mitigasi
Seperti diberitakan KOMPAS.com, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan tekanan ekonomi global saat ini berdampak ke dalam negeri dan memicu kekhawatiran atas potensi PHK di berbagai daerah. Ia menyampaikan hal itu seusai pembukaan Rakernas KSPI di The Acacia Hotel, Jakarta, Selasa (23/6/2026).Menurut Yassierli, Kementerian Ketenagakerjaan, khususnya Direktorat Jenderal Jamsos PHI, terus melakukan monitoring terhadap gelombang PHK yang mengancam buruh di Indonesia. Kemnaker juga memiliki semacam dashboard untuk melihat perkembangan isu ketenagakerjaan dan menilai sejauh mana persoalan di tiap kasus berkembang.
Penanganan terhadap perusahaan yang terancam melakukan PHK, kata dia, disesuaikan dengan skala risiko masing-masing. Langkah penyelesaian dimulai dari dialog internal antara manajemen dan pekerja, lalu dapat berlanjut ke intervensi mediator pemerintah atau kolaborasi lintas kementerian bila masalah dipicu kebijakan di sektor tertentu.
Dampak sektoral dan prospek ketenagakerjaan
Yassierli mencontohkan industri keramik sebagai salah satu sektor yang menghadapi tekanan, termasuk karena kelangkaan gas, yang berpotensi memicu PHK. Contoh itu menunjukkan ancaman ketenagakerjaan tidak hanya terkait pelemahan permintaan global, tetapi juga kendala pasokan dan kebijakan sektoral di dalam negeri.Meski tantangan ketenagakerjaan dinilai berat, Kemnaker tetap optimistis kondisi tersebut dapat diredam melalui komitmen bersama para pemangku kepentingan. Pemerintah melihat persatuan antara unsur pekerja, pengusaha, dan pemangku kebijakan sebagai modal penting untuk menyelesaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan yang sedang berkembang.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang lonjakan harga gas industri di Bekasi, kami menyoroti tekanan biaya energi yang membuat operasi pabrik keramik terancam dan memicu risiko PHK massal. Saat itu disebutkan puluhan ribu pekerja di sektor keramik berpotensi terdampak, sementara pihak terkait didorong mencari penyesuaian pasokan dan harga gas agar produksi tetap berjalan.
Berita Quotex Terbaru
- Forex
- Crypto