Di tengah tekanan ekonomi dan meningkatnya risiko kredit di industri pembiayaan, kualitas pembiayaan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk menunjukkan perbaikan pada Juni 2026. Rasio non performing financing (NPF) perseroan turun menjadi 1,8% dari 1,9% pada Maret 2026, saat pelaku industri masih menghadapi ketidakpastian pendapatan konsumen.
Sorotan
- Adira Finance menargetkan rasio NPF turun ke 1,8% pada Juni 2026 dengan seleksi kredit ketat dan pengawasan portofolio intensif.
- Data Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan NPF gross industri multifinance meningkat menjadi 3,06% per Mei 2026 dari 2,89% bulan sebelumnya.
- Performa NPF Adira Finance yang membaik dibanding rata-rata industri menyoroti peran penting strategi pengelolaan risiko di tengah tekanan ekonomi.
Strategi seleksi kredit dan pengawasan portofolio
Seperti diberitakan KONTAN, Chief Financial Officer Adira Finance Sylvanus Gani mengatakan perbaikan NPF didukung proses akuisisi dan underwriting yang selektif, dengan mempertimbangkan profil, kemampuan membayar konsumen, dan tingkat risiko pada setiap segmen.Ia menambahkan langkah itu diperkuat lewat pemantauan portofolio secara berkala, penguatan aktivitas collection, serta strategi penanganan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing konsumen. Perseroan juga terus memantau perkembangan kondisi konsumen untuk menyesuaikan strategi pembiayaan secara terukur.
Adira Finance turut mencermati dinamika pemutusan hubungan kerja dan ketidakpastian ekonomi yang terjadi. Menurut Gani, kondisi tersebut dapat memengaruhi pendapatan dan kemampuan membayar sebagian konsumen, dan bila berlangsung berkepanjangan berpotensi menekan permintaan pembiayaan serta kualitas portofolio.
Tekanan industri multifinance masih berlanjut
Perbaikan di Adira Finance terjadi ketika kualitas pembiayaan industri multifinance secara umum masih melemah. Data Otoritas Jasa Keuangan mencatat NPF gross perusahaan pembiayaan per Mei 2026 sebesar 3,06%, memburuk dari 2,89% pada bulan sebelumnya.Perbedaan arah antara kinerja Adira Finance dan rata-rata industri menunjukkan pentingnya disiplin seleksi kredit serta pengelolaan penagihan di tengah lingkungan ekonomi yang belum stabil. Bagi sektor multifinance, tekanan pada daya beli dan kesinambungan pendapatan konsumen tetap menjadi faktor utama yang menentukan kualitas aset dalam beberapa bulan ke depan.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang pemburukan NPF industri multifinance hingga Mei 2026, kami membahas kenaikan rasio NPF gross menjadi 3,06% dan faktor pemicunya, seperti tekanan daya beli serta kenaikan biaya hidup yang mengganggu kemampuan bayar nasabah. Kami juga mengulas respons pelaku industri seperti CNAF yang menekankan penyaluran pembiayaan lebih selektif, pengetatan manajemen risiko, dan pemantauan portofolio untuk menjaga kualitas aset di tengah meningkatnya risiko kredit.
Berita Quotex Terbaru
- Forex
- Crypto