OJK optimistis pertumbuhan kredit UMKM capai target meski laju Mei masih 0,6%
Penyaluran kredit usaha mikro, kecil, dan menengah masih bergerak lambat menjelang akhir tahun, dengan pertumbuhan tahunan yang belum mendekati sasaran regulator. Namun perbaikan mulai terlihat pada Mei 2026, terutama dari segmen usaha menengah dan kredit investasi yang mencatat akselerasi.
Sorotan
- Kredit UMKM per Mei 2026 tumbuh 0,6% year on year menjadi Rp 1.509,5 triliun, naik dari 0,2% pada bulan sebelumnya, namun masih jauh dari target OJK 7%-9%.
- Segmen usaha menengah mencatat perbaikan tertinggi dengan pertumbuhan 1,8% menjadi Rp 334,8 triliun, sementara kredit usaha kecil masih terkontraksi 0,3% menjadi Rp 509,9 triliun.
- Kredit investasi UMKM tumbuh 12,5% year on year menjadi Rp 506,9 triliun, namun kredit modal kerja UMKM turun 4,5% menjadi Rp 1.002,6 triliun.
Perkembangan kredit UMKM dan dorongan OJK
Kredit UMKM per Mei 2026 tumbuh 0,6% secara tahunan menjadi Rp 1.509,5 triliun, menurut KONTAN Indonesia yang mengutip data sementara Bank Indonesia. Angka itu membaik dari pertumbuhan 0,2% year on year pada bulan sebelumnya, meski masih jauh dari target pertumbuhan 7% sampai 9% yang dipatok Otoritas Jasa Keuangan untuk tahun ini.Di antara skala usaha, segmen usaha menengah menunjukkan perbaikan paling kuat dengan pertumbuhan 1,8% secara tahunan menjadi Rp 334,8 triliun, berbalik dari koreksi 0,4% pada bulan sebelumnya. Kredit usaha mikro tetap tumbuh 0,6% menjadi Rp 664,7 triliun, walau sedikit melambat dari 0,7%, sementara kredit usaha kecil masih terkontraksi 0,3% menjadi Rp 509,9 triliun setelah sebelumnya turun 0,2%.
Berdasarkan penggunaannya, kredit investasi UMKM tumbuh 12,5% secara tahunan menjadi Rp 506,9 triliun, lebih tinggi dari 10,1% pada bulan sebelumnya. Sebaliknya, kredit modal kerja UMKM masih terkoreksi 4,5% menjadi Rp 1.002,6 triliun, lebih dalam dibanding koreksi 4,1% pada periode sebelumnya.
Dampak bagi perbankan dan prospek target tahunan
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyatakan regulator masih optimistis target pertumbuhan kredit UMKM 7% sampai 9% dapat tercapai. OJK juga mendorong perbankan untuk lebih masif menyalurkan pembiayaan ke sektor ini, termasuk melalui negosiasi dengan bank serta pemanfaatan data sektoral dan regional.Menurut Dian, ruang perbaikan masih terbuka karena kinerja kredit UMKM saat ini sudah lebih baik dibanding koreksi yang sempat terjadi pada beberapa bulan sebelumnya. Sikap OJK itu menandakan fokus regulator tetap tertuju pada pemulihan pembiayaan sektor produktif, di tengah masih lemahnya kredit modal kerja dan belum pulihnya segmen usaha kecil.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang pembiayaan baru UMKM oleh Adira Finance, kami menyoroti bahwa permintaan pembiayaan masih bertahan hingga April 2026 dengan penyaluran baru mencapai Rp2,9 triliun. Kami juga mencatat perusahaan menyeimbangkan ekspansi dengan kehati-hatian lewat underwriting yang prudent dan pemantauan portofolio, di tengah tekanan daya beli, kenaikan biaya operasional, serta arus kas UMKM yang dinamis.
Berita OJK Terbaru
- Forex
- Crypto