Bogor buka kembali akses Jalan Sudirman setelah demo BEM selesai
Arus lalu lintas di Jalan Sudirman, Kota Bogor, kembali lancar pada Selasa, 23 Juni 2026 setelah aliansi BEM se-Bogor membubarkan aksi mereka. Unjuk rasa yang melibatkan 19 kampus itu dinyatakan selesai setelah tuntutan 6+1 diterima oleh Pemerintah Kota Bogor dan DPRD Kota Bogor.
Sorotan
- Pemkot Bogor dan DPRD Kota Bogor menerima tuntutan 6+1 BEM, termasuk evaluasi anggaran Makanan Bergizi Gratis dan penyesuaian untuk mandat konstitusi.
- Normalisasi lalu lintas di Jalan Sudirman dibuka kembali setelah aksi mahasiswa berakhir, memulihkan akses ke koridor utama Kota Bogor mulai hari ini.
- Aksi mahasiswa menuntut stabilisasi harga BBM dan kebutuhan pokok, pemberantasan KKN, meritokrasi, pencabutan UU Polri, dan penyelesaian konflik agraria di tingkat kota.
Normalisasi lalu lintas usai aksi mahasiswa
Seperti diberitakan KOMPAS.com, kendaraan dari arah Jalan Sudirman menuju Air Mancur kembali dapat melintas langsung ke Jalan Jalak Harupat tanpa harus memutar melalui Jalan Sawojajar ke arah Pasar Anyar. Pengendara dari arah Jalan Juanda juga kembali bisa menuju Jambu Dua melalui Jalan Sudirman, setelah sebelumnya diarahkan berputar lewat Jalan Jalak Harupat dan Jalan Pajajaran.Sebelumnya, penutupan dilakukan di Jalan Jenderal Sudirman akibat aksi Badan Eksekutif Mahasiswa se-Bogor. Kepala Unit Pembinaan Operasional Satlantas Polresta Bogor Kota, Iptu Lukito, menjelaskan kendaraan dari arah Jalan Juanda yang menuju Jalan Jenderal Sudirman dialihkan ke Jalan Jalak Harupat maupun ke arah Sempur.
Ia mengatakan arus dari Juanda ke arah Denpom dan Jalan Jenderal Sudirman ditutup sementara, lalu dialihkan ke Jalan Harupat hingga kawasan Amaris, Tugu Kujang, dan Baranangsiang. Sementara itu, pengendara dari arah Air Mancur yang hendak menuju Jalan Jalak Harupat sebelumnya harus memutar melalui Jalan Sawojajar, melintasi area Pasar Anyar, lalu keluar di depan Rumah Sakit Salak.
Tuntutan aksi dan dampaknya bagi kota
Aksi mahasiswa berakhir setelah tuntutan 6+1 diterima oleh Pemkot Bogor dan DPRD Kota Bogor. Tuntutan tersebut mencakup penghentian sementara program Makanan Bergizi Gratis untuk evaluasi tata kelola, pengeluaran alokasi anggaran program itu dari pos pendidikan dan kesehatan, serta penyesuaian pengalokasian agar sesuai dengan mandat konstitusi.Selain itu, massa aksi menuntut stabilisasi harga BBM dan kebutuhan pokok nasional, penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan berintegritas melalui pemberantasan KKN, penegakan meritokrasi, serta penghentian kebohongan publik. Mereka juga menuntut penghentian dominasi oligarki dalam pengelolaan sumber daya alam, ekonomi, dan politik, pencabutan UU Polri, pengesahan RUU Perampasan Aset, serta penyelesaian konflik agraria dan kejelasan legalitas tanah rakyat.
Pembukaan kembali Jalan Sudirman mengurangi gangguan mobilitas di salah satu koridor penting Kota Bogor. Normalisasi jalur ini juga memulihkan akses kendaraan antarkawasan pusat kota setelah pengalihan arus sempat memanjangkan rute perjalanan pengendara.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang aksi Aliansi BEM se-Bogor di Jalan Sudirman, massa menyerahkan paket tuntutan 6+1 kepada Pemkot Bogor dan DPRD Kota Bogor, termasuk evaluasi program Makanan Bergizi Gratis (MBG), stabilisasi harga BBM, serta isu integritas dan agraria. Mereka memberi tenggat tujuh hari agar aspirasi tersebut diteruskan ke DPR RI, sementara Pemkot dan DPRD menyatakan menerima dan akan menindaklanjutinya melalui mekanisme kelembagaan.
- Forex
- Crypto