Ashutosh Sureka

Indonesia nilai penutupan Selat Hormuz dapat diatasi di tengah risiko perdagangan global

Indonesia nilai penutupan Selat Hormuz dapat diatasi di tengah risiko perdagangan global
Indonesia siap hadapi krisis

Di tengah eskalasi konflik Iran dan U.S. yang menekan jalur perdagangan energi dunia, Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia tetap percaya diri menghadapi dampak global. Ia juga menautkan optimisme itu dengan ketahanan pangan dan surplus pupuk nasional yang mulai menopang ekspor ke negara lain.

Sorotan

  • Prabowo menyatakan Indonesia mampu mengatasi dampak penutupan Selat Hormuz akibat konflik Iran-U.S. terhadap perdagangan dan ekonomi global.
  • FAO memperingatkan jumlah penduduk dunia yang mengalami kelaparan melonjak dari 300 juta dua tahun lalu menjadi 500–700 juta pada tahun ini.
  • Indonesia mulai mengekspor pupuk ke beberapa negara, termasuk permintaan Australia, menjadikan sektor pangan sebagai penopang utama ketahanan ekonomi nasional.

Pernyataan pemerintah soal risiko global

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, Prabowo menyampaikan keyakinan tersebut saat menghadiri Puncak Pekan Nasional Petani dan Nelayan XVII di Kabupaten Gorontalo pada Rabu, 24 Juni 2026. Dalam pernyataannya, ia menilai penutupan Selat Hormuz akibat konflik Iran dan U.S. berpotensi memengaruhi perdagangan serta perekonomian dunia, namun Indonesia disebut mampu mengatasinya.

Prabowo juga menyoroti ancaman krisis pangan global yang menurutnya kian memburuk. Ia mengutip peringatan FAO bahwa jumlah penduduk dunia yang mengalami kelaparan meningkat, dari sekitar 300 juta orang dua tahun lalu menjadi kisaran 500 juta hingga 700 juta pada tahun ini.

Dampak pada pangan dan posisi ekspor Indonesia

Di saat risiko global meningkat, Prabowo mengatakan Indonesia kini mulai mengekspor dan membantu negara lain. Pernyataan itu memperkuat pesan pemerintah bahwa sektor pangan dan input pertanian menjadi salah satu penopang utama ketahanan ekonomi nasional.

Ia juga menyebut sejumlah negara meminta pasokan pupuk dari Indonesia, termasuk Australia. Menurut Prabowo, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menghubunginya untuk menyampaikan terima kasih atas surplus pupuk Indonesia dan meminta agar pasokan tersebut dapat dijual ke Australia.

Dalam laporan kami sebelumnya, Prabowo menegaskan Indonesia tetap percaya diri menghadapi gejolak global dan potensi dampak penutupan Selat Hormuz karena ketahanan pangan yang kian kuat. Ia juga menyoroti langkah menuju swasembada energi, termasuk rencana peluncuran B50 pada Juli 2026, yang ditujukan untuk memangkas impor solar dan memperkuat daya tahan ekonomi domestik.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.