Penggunaan kartu kredit perbankan diproyeksikan tumbuh pada semester II-2026

Penggunaan kartu kredit perbankan diproyeksikan tumbuh pada semester II-2026
Kartu kredit tumbuh 2026

Perpanjangan relaksasi kartu kredit oleh Bank Indonesia hingga akhir 2026 menjaga prospek transaksi tetap positif di tengah ketidakpastian ekonomi. Asosiasi industri memperkirakan volume transaksi kartu kredit perbankan pada semester II-2026 tumbuh sekitar 5% hingga 7% secara tahunan, ditopang konsumsi harian dan momentum libur nasional.

Sorotan

  • Bank Indonesia memperpanjang relaksasi kartu kredit hingga akhir 2026, mempertahankan minimum pembayaran 5% dan denda keterlambatan maksimal 1% atau Rp100.000.
  • Volume transaksi kartu kredit perbankan mencapai 44,94 juta pada April 2026, naik 10,50% YoY dengan nilai transaksi Rp41,83 triliun tumbuh 14,10%.
  • Bank Mandiri mencatat pertumbuhan volume transaksi kartu kredit 10% dan nilai transaksi 20,3% YoY hingga Mei 2026, fokus pada segmen affluent dan cross-selling nasabah prioritas.

Relaksasi BI menopang transaksi semester kedua

KONTAN melaporkan, Bank Indonesia belum lama ini memperpanjang kebijakan relaksasi kartu kredit hingga akhir 2026 untuk memperluas akses masyarakat ke pembayaran non-tunai dan mendorong konsumsi rumah tangga.

Dalam kebijakan itu, batas minimum pembayaran kartu kredit tetap 5% dari total tagihan, lebih rendah dari ketentuan normal 10%. BI juga memperpanjang ketentuan denda keterlambatan pembayaran kartu kredit maksimal 1% dari total tagihan dan tidak melebihi Rp100.000.

Data BI menunjukkan pada April 2026, total volume transaksi kartu kredit perbankan mencapai 44,94 juta transaksi, naik 10,50% secara tahunan. Nilai transaksi pada periode yang sama mencapai Rp41,83 triliun, meningkat 14,10% dibandingkan setahun sebelumnya.

Direktur Eksekutif Asosiasi Kartu Kredit Indonesia, Steve Marta, menilai perpanjangan relaksasi itu membantu pertumbuhan penggunaan kartu kredit di tengah gejolak ekonomi. Menurut dia, kebijakan minimum payment 5% terutama meringankan kewajiban pembayaran nasabah, bukan secara langsung menjadi pendorong utama kenaikan penggunaan kartu kredit.

Steve memproyeksikan volume transaksi kartu kredit pada semester II-2026 tumbuh sekitar 5% sampai 7% secara tahunan. Ia menambahkan penggunaan kartu kredit tetap ditopang kebutuhan transaksi harian segmen menengah atas serta dorongan belanja pada berbagai hari libur nasional.

Bank Mandiri fokus pada segmen affluent

PT Bank Mandiri Tbk juga menyatakan optimistis bisnis kartu kreditnya terus bertumbuh hingga akhir 2026. Bank ini mengarahkan strategi pertumbuhan pada segmen nasabah kelas atas atau affluent.

VP Credit Cards Group Bank Mandiri, Agus Hendra Purnama, menyebut hingga Mei 2026 volume transaksi kartu kredit Bank Mandiri tumbuh 10% secara tahunan, sedangkan nilai transaksinya naik 20,3%. Bank Mandiri mendorong pertumbuhan pengguna melalui optimalisasi cross-selling dari basis nasabah prioritas dan wealth management.

Strategi itu menunjukkan persaingan bisnis kartu kredit perbankan masih bertumpu pada akuisisi nasabah berkualitas dan peningkatan aktivitas belanja dari segmen bernilai tinggi. Di tingkat industri, relaksasi BI memberi ruang bagi bank untuk menjaga pertumbuhan transaksi sambil menahan beban pembayaran nasabah pada periode ekonomi yang belum stabil.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang stimulus dan insentif pemerintah senilai Rp26,34 triliun, kami menyoroti langkah fiskal yang ditujukan untuk menjaga aktivitas ekonomi hingga akhir 2026 saat tekanan daya beli masih perlu diantisipasi. Kalangan usaha menilai dukungan ini dapat membantu mempertahankan konsumsi rumah tangga dan memberi efek lanjutan ke sektor riil, meski efektivitasnya tetap perlu dipantau secara berkala di lapangan.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.