IFG Life dorong perencanaan dana pendidikan anak di tengah kenaikan biaya sekolah

IFG Life dorong perencanaan dana pendidikan anak di tengah kenaikan biaya sekolah
Dana pendidikan anak naik

Kenaikan biaya pendidikan di Indonesia mendorong keluarga menyiapkan dana sekolah anak lebih awal sebagai bagian dari perencanaan keuangan rumah tangga. IFG Life menilai langkah sejak dini juga membantu menjaga kebutuhan pendidikan tetap terpenuhi tanpa menekan pos keuangan lain.

Sorotan

  • Rata-rata biaya pendidikan SD sederajat di Indonesia mencapai Rp4,56 juta dan SMA/SMK Rp10,19 juta per tahun ajaran menurut Statistik Penunjang Pendidikan 2024.
  • Kelompok 20% rumah tangga dengan pengeluaran tertinggi membayar rata-rata Rp8,88 juta untuk SD sederajat per tahun, sedangkan 40% terbawah hanya Rp3,28 juta.
  • Literasi asuransi masyarakat Indonesia baru 45,45% dan tingkat inklusinya 28,50% menurut Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2025, memberi ruang penetrasi edukasi dan produk keuangan.

Tekanan biaya pendidikan dan pentingnya persiapan awal

Seperti dilaporkan KONTAN, IFG Life menyoroti bahwa perencanaan dana pendidikan idealnya dilakukan jauh sebelum anak memasuki usia sekolah, di tengah tren biaya pendidikan yang terus naik.

Berdasarkan Statistik Penunjang Pendidikan 2024 dari Badan Pusat Statistik, rata-rata biaya pendidikan SD sederajat mencapai Rp4,56 juta per tahun ajaran. Nilai itu meningkat menjadi Rp10,19 juta per tahun ajaran pada jenjang SMA/SMK sederajat.

Perbedaan pengeluaran juga terlihat antar kelompok rumah tangga. Pada jenjang SD sederajat, kelompok 20% rumah tangga dengan pengeluaran tertinggi mengeluarkan rata-rata Rp8,88 juta per tahun ajaran, sedangkan kelompok 40% terbawah sebesar Rp3,28 juta.

Direktur Bisnis Individu merangkap Plt. Direktur Bisnis Korporasi IFG Life, Fabiola Noralita, mengatakan perencanaan dana pendidikan sebaiknya tidak menunggu hingga anak memasuki usia sekolah. Menurut dia, persiapan yang matang memberi ruang bagi keluarga untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak tanpa mengorbankan kebutuhan keuangan lainnya, sekaligus menjaga rencana tetap berjalan melalui perlindungan terhadap risiko finansial.

Relevansi bagi literasi keuangan keluarga Indonesia

Kebutuhan perencanaan pendidikan dinilai semakin relevan di tengah bonus demografi Indonesia, ketika mayoritas penduduk berada pada usia produktif dan semakin banyak keluarga berada pada fase membangun masa depan. Kondisi itu membuat kebutuhan instrumen keuangan jangka panjang, termasuk dana pendidikan anak, menjadi semakin penting.

Namun, Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2025 menunjukkan literasi asuransi masyarakat masih 45,45%, sementara tingkat inklusinya 28,50%. Angka tersebut menunjukkan ruang yang masih besar untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap instrumen perlindungan keuangan.

IFG Life menegaskan komitmennya untuk terus mendorong literasi keuangan dan memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perencanaan masa depan keluarga. Fokus itu mencakup upaya membantu keluarga memahami kebutuhan dana pendidikan anak sejak dini di tengah tekanan biaya yang terus meningkat.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang mandat baru Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk menjamin polis asuransi lewat perubahan UU P2SK, kami mengulas bagaimana kebijakan ini diproyeksikan memperkuat perlindungan pemegang polis dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap industri asuransi, termasuk asuransi syariah. Kami juga menyoroti bahwa detail teknis seperti cakupan penjaminan dan skema tarif masih menunggu aturan resmi, dengan peluang penerapan flat rate di awal sebelum beralih ke premi berbasis risiko. Konteks ini relevan ketika keluarga makin membutuhkan instrumen proteksi yang dapat menopang perencanaan jangka panjang, termasuk persiapan dana pendidikan anak.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.