Prabowo dorong percepatan hilirisasi, Pindad dan badan industri mineral bahas mobil nasional

Prabowo dorong percepatan hilirisasi, Pindad dan badan industri mineral bahas mobil nasional
Hilirisasi dan mobil nasional

Pemerintah mempercepat agenda hilirisasi industri dengan menyiapkan pengembangan sektor strategis, termasuk mobil nasional dan farmasi. Pembahasan di Istana Jakarta pada Kamis, 25 Juni 2026, juga mencakup kesiapan tenaga kerja terampil agar ekspansi industri tidak terhambat kekurangan kompetensi.

Sorotan

  • Presiden Prabowo Subianto pada 25 Juni 2026 memanggil Kepala Badan Industri Mineral dan Direktur Utama Pindad untuk membahas percepatan hilirisasi industri nasional.
  • Fokus percepatan mencakup pengembangan industri farmasi, mobil nasional, motor nasional, serta konsolidasi program bersama Danantara.
  • Pemerintah menekankan kebutuhan sumber daya manusia lulusan perguruan tinggi yang sesuai kompetensi guna menghindari hambatan kekurangan tenaga kerja khususnya bidang kelistrikan.

Agenda hilirisasi dan pengembangan industri strategis

Seperti diberitakan Kompas.com, Kepala Badan Industri Mineral sekaligus Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto serta Direktur Utama Pindad Sigit Puji Santosa dipanggil Presiden Prabowo Subianto ke Istana Jakarta pada Kamis, 25 Juni 2026. Dalam pertemuan itu, Brian mengatakan fokus pembahasan mencakup percepatan program hilirisasi yang diminta presiden bersama berbagai program lain yang melibatkan Danantara.

Menurut Brian, percepatan itu mencakup pengembangan industri farmasi, mobil nasional, motor nasional, serta program hilirisasi lain. Ia menegaskan arah utama pembahasan adalah mendorong proyek-proyek tersebut agar bisa berjalan lebih cepat.

Kebutuhan SDM jadi perhatian utama

Selain pengembangan sektor industri, Brian mengatakan pemerintah diminta memastikan ketersediaan sumber daya manusia dari lulusan perguruan tinggi untuk memenuhi kebutuhan hilirisasi. Kebutuhan itu disebut tersebar di berbagai bidang, mulai dari mineral hingga aquaculture dan aqua farming.

Ia menambahkan Presiden Prabowo ingin tenaga ahli yang disiapkan benar-benar sesuai dengan kompetensi industri yang sedang didorong. Menurut Brian, perhitungan kebutuhan keahlian, termasuk di bidang kelistrikan, menjadi penting agar percepatan pengembangan industri tidak terkendala kekurangan tenaga kerja atau ketidaksesuaian keterampilan.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang pemadaman bergilir di Jawa di tengah surplus kapasitas listrik nasional, kami menyoroti kesenjangan antara pasokan di hulu dan gangguan distribusi di hilir yang memicu keresahan publik. Kami juga mengulas bagaimana ketidakseimbangan perencanaan suplai–distribusi serta warisan kebijakan pembangkit skala besar dan dominasi batu bara menekan efisiensi sistem, biaya, dan arah transisi energi.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.