PNM mencatat 2,5 juta nasabah Mekaar naik kelas setelah lima tahun integrasi holding UMi
Lima tahun setelah pembentukan Holding Ultra Mikro yang menggabungkan BRI, Pegadaian, dan PNM, perluasan akses pembiayaan bagi pelaku usaha ultra mikro terus mendorong pertumbuhan layanan keuangan inklusif. Perkembangan itu terlihat dari kenaikan tajam jumlah nasabah PNM Mekaar yang naik kelas serta bertambahnya peran nasabah dalam jaringan layanan keuangan formal.
Sorotan
- Jumlah nasabah Mekaar yang naik kelas bertambah dari 329.532 pada 2022 menjadi 2.579.407 pada 2025 setelah integrasi holding UMi.
- Nasabah yang menjadi Agen BRILink meningkat dari 69.016 pada 2022 menjadi 186.477 pada 2025, memperluas ekosistem layanan keuangan inklusif.
- Integrasi holding memperkuat kapasitas usaha ultra mikro dengan akses pembiayaan lebih besar, pendampingan terstruktur, dan sinergi ekosistem formal.
Kinerja integrasi dan pertumbuhan nasabah
Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, data PNM menunjukkan jumlah nasabah Mekaar yang naik kelas meningkat dari 329.532 pada 2022 menjadi 2.579.407 pada 2025. Dalam periode yang sama, jumlah nasabah yang menjadi Agen BRILink juga bertumbuh dari 69.016 menjadi 186.477, mencerminkan perluasan peran nasabah dalam ekosistem layanan keuangan inklusif.Melalui ekosistem yang terintegrasi, nasabah memperoleh proses pengajuan pembiayaan yang lebih sederhana, akses layanan keuangan yang lebih luas, serta pilihan produk yang lebih beragam sesuai kebutuhan usaha. Selain pembiayaan, nasabah juga mendapatkan pendampingan yang lebih terstruktur, mulai dari literasi keuangan, kebiasaan menabung, hingga akses ke produk seperti tabungan emas dan asuransi mikro.
Dampak bagi pengembangan usaha ultra mikro
Dari sisi bisnis, integrasi holding ini memperkuat jalur pengembangan nasabah agar dapat meningkatkan kapasitas usaha dan mengakses pembiayaan yang lebih besar. Dukungan akses ke marketplace dan program peningkatan kapasitas usaha juga menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.Direktur Keuangan PNM, Sahat Pangaribuan, dalam keterangannya pada Kamis, 25 Juni 2026, mengatakan Holding Ultra Mikro tidak hanya memperluas akses pembiayaan, tetapi juga menciptakan jalur pertumbuhan usaha yang lebih jelas bagi nasabah. Menurut dia, sinergi dalam Holding UMi memperkuat proses pemberdayaan nasabah sehingga mereka tidak hanya menjadi penerima pembiayaan, tetapi juga pelaku usaha yang semakin aktif dalam ekosistem keuangan formal.
Dalam artikel kami sebelumnya, kami mengulas kinerja BRI hingga Mei 2026 yang mencatat laba bank only Rp20,42 triliun, ditopang penurunan beban bunga serta ekspansi kredit dan pertumbuhan dana murah. Kami juga menyoroti bagaimana perbaikan struktur pendanaan dan kenaikan pencadangan menjadi bagian dari strategi BRI menjaga margin dan kualitas aset di tengah tekanan biaya.
Berita Japan Terbaru
- Forex
- Crypto