OCBC Indonesia ambil alih OCBC Sekuritas dalam penataan konglomerasi keuangan
Penyesuaian struktur konglomerasi keuangan mendorong PT Bank OCBC NISP Tbk, atau OCBC Indonesia, untuk mengambil alih hampir seluruh saham PT OCBC Sekuritas Indonesia. Transaksi intra-grup ini diperkirakan bernilai Rp 458,06 miliar dan didanai dari dana internal tanpa mengubah pengendali akhir yang tetap berada pada OCBC Ltd.
Sorotan
- OCBC Indonesia akan mengakuisisi 99,9999% saham PT OCBC Sekuritas Indonesia senilai Rp 458,06 miliar, menyesuaikan struktur konglomerasi sesuai Peraturan OJK No. 30/2024.
- Pendanaan akuisisi berasal dari dana internal OCBC Indonesia, dengan target persetujuan OJK pada 25 Juni 2026 dan penandatanganan akta jual beli saham pada 27 Juli 2026.
- Aksi korporasi memperkuat OCBC Indonesia sebagai induk keuangan grup, mencatat laba bersih Rp 5,06 triliun dan total aset Rp 308,14 triliun pada 2025.
Rencana akuisisi dan jadwal transaksi
KONTAN melaporkan, rencana pengambilalihan ini dijalankan sebagai bagian dari penyesuaian struktur Konglomerasi Keuangan OCBC Group di Indonesia sesuai Peraturan OJK Nomor 30 Tahun 2024. Melalui pengalihan saham dalam satu kelompok usaha, OCBC Indonesia akan menjadi pemegang saham pengendali PT OCBC Sekuritas Indonesia dengan kepemilikan 99,9999%, terdiri dari 784.733 saham seri A dan 240.000 saham seri B, sementara OCBC Ltd hanya memegang satu saham seri A atau 0,0001%.Saat ini, kepemilikan PT OCBC Sekuritas Indonesia masih didominasi OCBC Ltd sebesar 98,9933%, disusul PT Farnella Mandiri Utama 0,6244% dan PT OCBC NISP Ventura 0,3823%. Manajemen menyatakan langkah ini dilakukan untuk memenuhi kerangka baru konglomerasi keuangan, dengan OCBC Indonesia berperan sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan Operasional dan PT OCBC Sekuritas Indonesia menjadi salah satu anggota grup di Indonesia.
Untuk mendukung transaksi, OCBC Indonesia menunjuk PT Ernst & Young Indonesia sebagai konsultan uji tuntas dan jasa valuasi, serta KJPP Kusnanto & Rekan sebagai penilai independen. Berdasarkan laporan KJPP Kusnanto & Rekan tertanggal 19 Mei 2026, nilai wajar pengalihan 99,9999% saham PT OCBC Sekuritas Indonesia ditetapkan sebesar Rp 458,06 miliar, yang menjadi dasar harga transaksi. Persetujuan OJK atas perubahan kepemilikan dan fit and proper test pemegang saham pengendali ditargetkan diperoleh pada 25 Juni 2026, sedangkan penandatanganan akta jual beli saham dijadwalkan pada 27 Juli 2026.
Dampak bagi grup OCBC di Indonesia
Pendanaan transaksi seluruhnya berasal dari dana internal OCBC Indonesia. Manajemen menegaskan pengambilalihan ini merupakan bagian dari penataan struktur kepemilikan dalam satu grup usaha dan tidak mempengaruhi hubungan kerja karyawan PT OCBC Sekuritas Indonesia maupun hak dan kewajiban perusahaan terhadap pihak ketiga.Dalam keterbukaan informasi, perseroan juga memastikan seluruh hak dan kewajiban PT OCBC Sekuritas Indonesia tetap berlaku sesuai ketentuan. Dengan aksi korporasi ini, OCBC Indonesia memperkuat posisinya sebagai perusahaan induk konglomerasi keuangan grup OCBC di Indonesia sekaligus mengintegrasikan bisnis perbankan dan pasar modal di bawah satu struktur pengendalian.
Dari sisi kinerja, OCBC Indonesia membukukan laba bersih Rp 5,06 triliun pada 2025, ditopang pendapatan bunga bersih Rp 10,95 triliun, dengan total aset mencapai Rp 308,14 triliun pada akhir Desember 2025. Sementara itu, PT OCBC Sekuritas Indonesia mencatat laba tahun berjalan Rp 14,97 miliar, total aset Rp 991,87 miliar, dan ekuitas Rp 759,53 miliar pada akhir 2025.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang perlambatan kredit konsumsi perbankan pada Mei 2026, kami menyoroti bahwa pertumbuhan kredit nasional menguat, tetapi terutama ditopang segmen korporasi dan pembiayaan produktif, sementara kredit konsumsi masih tertahan. Kami juga mencatat tekanan suku bunga dan daya beli membuat rumah tangga lebih berhati-hati mengambil pembiayaan, sehingga bank diminta tetap selektif dan memperkuat mitigasi risiko meski indikator seperti NPL dan permodalan masih relatif terjaga.
Berita OJK Terbaru
- Forex
- Crypto