Mandiri Tunas Finance dan APPI dorong penguatan UMKM di tengah proyeksi pertumbuhan multifinance 2026
Di tengah peran UMKM yang semakin dominan dalam struktur ekonomi Indonesia, dukungan pembiayaan dan pendampingan usaha menjadi faktor penting untuk memperkuat pertumbuhan sektor ini. OJK mencatat piutang pembiayaan multifinance mencapai Rp 514,09 triliun per Maret 2026, dengan pembiayaan ke UMKM sebesar Rp 160,6 triliun atau 29,54% dari total piutang pembiayaan.
Sorotan
- PT Mandiri Tunas Finance dan APPI meluncurkan UMKM Connect 2026 untuk memperkuat literasi keuangan dan kapasitas bisnis UMKM.
- Program menekankan pengelolaan arus kas, pencatatan keuangan, dan strategi pengembangan usaha guna meningkatkan daya saing pelaku UMKM domestik.
- OJK memproyeksikan pertumbuhan piutang pembiayaan multifinance sebesar 6% hingga 8% pada 2026, memperluas kesempatan pembiayaan UMKM.
Program literasi keuangan untuk pelaku UMKM
KONTAN melaporkan, PT Mandiri Tunas Finance (MTF) bersama Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) menyelenggarakan program UMKM Connect 2026 dengan tema strategi pengelolaan keuangan dan pengembangan UMKM. Program ini ditujukan untuk memperkuat literasi keuangan dan kapasitas bisnis pelaku UMKM sebagai bagian dari dukungan industri pembiayaan terhadap perekonomian nasional.Multiguna Division Head MTF, Andes Saputra, mengatakan pengelolaan keuangan yang baik menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan usaha, terutama bagi UMKM yang ingin memperluas skala bisnis. Ia menyatakan pelaku UMKM perlu memahami pengelolaan arus kas dan pencatatan keuangan agar dapat mengambil keputusan bisnis secara tepat serta menjaga keberlanjutan usaha.
Kegiatan itu juga dihadiri Edwin Surya Yahya, CEO AIt Perfumery sekaligus Juara 1 Beauty & Wellness Wirausaha Muda Mandiri 2024. Dalam sesi pemaparan dan diskusi interaktif, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan arus kas, pencatatan keuangan yang tertib, strategi pengembangan usaha, serta peluang memperluas jaringan bisnis.
Dukungan sektor pembiayaan bagi pertumbuhan usaha
Inisiatif MTF dan APPI berlangsung ketika UMKM terus diposisikan sebagai tulang punggung perekonomian nasional, sehingga dukungan sektor keuangan tidak lagi terbatas pada perluasan akses pembiayaan. Pendampingan berkelanjutan dinilai penting agar pelaku usaha tidak hanya bertahan, tetapi juga naik kelas dan tumbuh secara sehat.Melalui sinergi tersebut, UMKM Connect 2026 diharapkan memberi nilai tambah bagi pelaku UMKM dalam meningkatkan daya saing dan memperkuat fondasi bisnis. Program ini juga sejalan dengan proyeksi OJK bahwa piutang pembiayaan multifinance dapat tumbuh 6% hingga 8% pada 2026, yang membuka ruang lebih besar bagi pembiayaan sektor produktif termasuk UMKM.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang integrasi Holding Ultra Mikro (BRI, Pegadaian, dan PNM), kami mengulas bagaimana penggabungan ekosistem ini memperluas akses pembiayaan serta layanan keuangan inklusif bagi pelaku usaha ultra mikro. Kami juga menyoroti data PNM mengenai peningkatan nasabah Mekaar yang “naik kelas”, ditopang proses pembiayaan yang lebih sederhana, pendampingan terstruktur, dan sinergi layanan keuangan formal.
- Forex
- Crypto