Ashutosh Sureka

Bareskrim ungkap pola operasi judi online Hayam Wuruk menyerupai pusat regional Asia Tenggara

Bareskrim ungkap pola operasi judi online Hayam Wuruk menyerupai pusat regional Asia Tenggara
Jaringan judi online terungkap

Pengungkapan jaringan judi online di Hayam Wuruk Plaza Tower menambah indikasi bahwa Indonesia mulai dipakai sebagai basis operasi baru sindikat lintas negara. Bareskrim Polri menyatakan pola kerja jaringan ini menyerupai model operasional yang sebelumnya berkembang di Kamboja dan Myanmar, dengan struktur tenaga kerja dan pembagian fungsi yang rapi.

Sorotan

  • Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri mengungkap jaringan judi online di Hayam Wuruk Plaza Tower Jakarta Barat mempekerjakan ratusan pekerja asing dengan struktur mirip pusat regional Asia Tenggara.
  • Jaringan mengelola setidaknya 145 situs judi online secara bergantian, menggunakan rekening nominee, aset digital, USDT dan server luar negeri di Brasil, Filipina, China, dan Vietnam untuk mengaburkan aktivitas ilegal.
  • Bareskrim menangkap 321 WNA dan menetapkan 287 tersangka, sementara pola operasi menunjukkan Indonesia kini menjadi lokasi baru jaringan judi online lintas negara setelah penindakan di negara tetangga meningkat.

Pola operasi dan temuan penyidik

Seperti dilaporkan Kompas.com, Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri menyebut jaringan yang beroperasi di Gedung Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta Barat, memusatkan kegiatan dalam satu lokasi dengan ratusan pekerja asing dan pembagian tugas yang terstruktur. Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Wira Satya Triputra mengatakan pola itu mirip dengan pusat perjudian online di sejumlah negara Asia Tenggara, termasuk Kamboja dan Myanmar.

Menurut Wira, para pelaku menjalankan kegiatan layaknya perusahaan dengan mengelola ratusan situs judi online dan memanfaatkan promosi melalui media serta media sosial. Jaringan itu juga menggunakan rekening nominee, aset digital, serta USDT atau token untuk membeli kripto, yang kemudian dipakai untuk transaksi sekaligus menyamarkan aktivitas ilegal sebagai perusahaan teknologi dan pemasaran digital.

Polisi menemukan sedikitnya 145 situs judi online dikelola secara bergantian untuk menghindari pemblokiran. Server dan hosting situs-situs tersebut berada di luar negeri, antara lain di Brasil, Filipina, China, dan Vietnam, sementara fungsi kerja di dalam operasi terbagi ke divisi layanan pelanggan, programmer, pemasaran, keuangan, dan dukungan operasional.

Dampak penindakan bagi Indonesia

Dalam perkara ini, Bareskrim menangkap 321 warga negara asing. Setelah pemeriksaan, 287 orang ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan 34 lainnya masih menjalani pendalaman.

Penyidik juga menangkap empat warga negara Indonesia yang diduga membantu operasional jaringan, mulai dari penyewaan gedung, penyediaan rekening dan kartu ATM, hingga penukaran aset kripto dan pengurusan izin tinggal warga negara asing. Bareskrim menilai pola tersebut menunjukkan Indonesia mulai dijadikan lokasi baru oleh jaringan judi online lintas negara setelah beberapa negara di Asia Tenggara menggencarkan penindakan terhadap aktivitas serupa.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang pengungkapan jaringan judi online lintas negara di Gedung Hayam Wuruk Plaza, Bareskrim Polri menetapkan 287 WNA sebagai tersangka dari total 321 orang yang diamankan, dengan 34 lainnya masih didalami. Kami juga mengulas temuan 145 domain yang dikelola bergantian dengan server luar negeri serta penggunaan promosi media sosial, rekening nominee, dan USDT/kripto untuk menyamarkan aliran dana yang masih ditelusuri bersama PPATK.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.