Industri penjaminan cenderung menggeser fokus ke segmen konsumtif, OJK tetap dorong sektor produktif

Industri penjaminan cenderung menggeser fokus ke segmen konsumtif, OJK tetap dorong sektor produktif
Penjaminan geser fokus konsumtif

Risiko debitur UMKM yang relatif lebih tinggi mendorong munculnya kecenderungan pergeseran fokus penjaminan dari segmen produktif ke konsumtif. Meski demikian, porsi penjaminan produktif masih mendominasi industri dan tetap menjadi arah utama kebijakan Otoritas Jasa Keuangan.

Sorotan

  • Outstanding penjaminan produktif industri penjaminan per Maret 2026 sebesar Rp 272,07 triliun, setara 70,32% dari total outstanding Rp 386,87 triliun.
  • OJK mendorong peningkatan pembiayaan ke sektor produktif dengan penguatan regulasi, akses SLIK, dan pengaturan risk sharing antara perusahaan penjaminan dan kreditur.
  • Sebagian perusahaan penjaminan melakukan diversifikasi ke segmen konsumtif untuk menjaga portofolio, namun OJK tetap fokus pada dukungan sektor produktif dan UMKM.

Arah portofolio dan kebijakan pengawasan

Kepada KONTAN, Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan penjaminan produktif pada umumnya memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan segmen konsumtif karena sangat dipengaruhi oleh kinerja usaha dan kondisi ekonomi.

Ia menyebut kondisi itu memunculkan kecenderungan sebagian perusahaan penjaminan melakukan diversifikasi ke segmen konsumtif untuk menjaga kualitas portofolio. Namun, fokus utama industri tetap diarahkan pada dukungan terhadap sektor produktif dan UMKM sesuai peran strategis industri penjaminan.

OJK juga mendorong industri penjaminan meningkatkan pembiayaan ke sektor produktif melalui sejumlah kebijakan. Langkah itu mencakup penguatan regulasi industri penjaminan, pembukaan akses Sistem Layanan Informasi Keuangan untuk lembaga penjamin guna memperkuat kualitas underwriting dan mitigasi risiko, serta pengaturan mekanisme risk sharing antara perusahaan penjaminan dan kreditur.

Selain itu, otoritas menetapkan roadmap lembaga penjamin dengan fokus pada penjaminan produktif dan melakukan pemantauan secara berkala.

Porsi penjaminan produktif masih dominan

Berdasarkan data OJK per Maret 2026, total outstanding penjaminan produktif industri penjaminan mencapai Rp 272,07 triliun. Nilai itu setara 70,32% dari total outstanding perusahaan penjaminan yang sebesar Rp 386,87 triliun.

Komposisi tersebut menunjukkan penjaminan produktif masih menjadi penopang utama industri, meskipun perusahaan menghadapi tekanan risiko yang lebih tinggi di segmen tersebut. Bagi sektor jasa keuangan, arah kebijakan OJK ini menjaga peran industri penjaminan dalam mendukung pembiayaan UMKM sambil mendorong kualitas portofolio yang lebih terjaga.

Pengembangan MEKAR Ecosystem oleh PT Mekar Investama Teknologi sebelumnya kami ulas sebagai model pembiayaan produktif yang menghubungkan akses modal dengan pendampingan usaha, akses pasar, dan penguatan rantai nilai di sektor pertanian, UMKM, pangan, hingga energi terbarukan. Salah satu programnya, Multi Micro Agriculture Financing (MMAF), memadukan pembiayaan pertanian dengan pendampingan agronomi, pemantauan berbasis satelit, dan akses pasar untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kualitas kredit.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.