IHSG menguat pada pembukaan perdagangan, transaksi awal capai Rp349 miliar
Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia memulai pekan dengan penguatan indeks acuan pada Senin, 29 Juni 2026. Pada menit awal sesi, nilai transaksi mencapai Rp349 miliar di tengah pergerakan campuran pada indeks unggulan dan sektoral.
Sorotan
- IHSG dibuka naik 0,61 persen ke 5.932 pada 29 Juni 2026, dengan nilai transaksi awal Rp349 miliar dan volume 437 juta lembar saham.
- Indeks LQ45 turun 0,46 persen ke 581, IDX30 melemah 0,47 persen ke 329, namun JII menguat 0,22 persen ke 343.
- Sektor energi, keuangan, bahan baku, teknologi, dan kesehatan menguat, sementara top gainers meliputi XSSI, TRUS, dan HDFA.
Kinerja awal indeks dan aktivitas pasar
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan dibuka naik 0,61 persen ke level 5.932 pada Senin, 29 Juni 2026. Setelah semenit perdagangan berjalan, penguatan berlanjut meski lebih terbatas, dengan IHSG berada di level 5.920 atau naik 0,41 persen.Pada fase awal perdagangan, tercatat 237 saham menguat, 184 saham melemah, dan 538 saham bergerak stagnan. Volume transaksi mencapai 437 juta lembar saham dengan nilai transaksi awal sebesar Rp349 miliar.
Pergerakan indeks utama menunjukkan arah yang tidak seragam. Indeks LQ45 melemah 0,46 persen ke 581, indeks JII menguat 0,22 persen ke 343, indeks MNC36 turun 0,35 persen ke 255, dan IDX30 melemah 0,47 persen ke 329.
Sektor penggerak dan saham penguat utama
Sektor yang berada di zona hijau pada awal sesi meliputi energi, keuangan, bahan baku, teknologi, dan kesehatan. Di sisi lain, tekanan terlihat pada sektor konsumer non-siklikal, konsumer siklikal, infrastruktur, properti, transportasi, dan industri.Di jajaran top gainers, saham yang memimpin penguatan adalah PT Sinarmas Asset Management Tbk (XSSI), PT Trust Finance Indonesia Tbk (TRUS), dan PT Radana Bhaskara Finance Tbk (HDFA). Komposisi ini menunjukkan minat beli masih tersebar di sejumlah saham tertentu meski pergerakan indeks sektoral tetap bervariasi.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang tekanan jual yang membayangi IHSG pada pekan 22–26 Juni 2026, kami mencatat indeks turun 4,55% ke 5.896 dan kembali berada di bawah level psikologis 5.900. Kami juga menyoroti penyusutan kapitalisasi pasar serta melemahnya likuiditas, terlihat dari turunnya frekuensi dan volume transaksi harian di BEI.
Berita Terbaru
- Forex
- Crypto