Gadai ValueMax pertahankan prospek gadai emas di tengah koreksi harga

Gadai ValueMax pertahankan prospek gadai emas di tengah koreksi harga
Prospek gadai emas stabil

Koreksi harga emas dari level di atas Rp 3 juta pada awal tahun ini belum mengganggu permintaan pembiayaan gadai emas di Indonesia. PT Gadai ValueMax Indonesia menyebut kebutuhan likuiditas masyarakat tetap menopang transaksi, meski nilai pinjaman per nasabah dapat menyesuaikan nilai taksiran jaminan.

Sorotan

  • PT Gadai ValueMax Indonesia mencatat omzet gadai emas naik 250% secara tahunan hingga Mei 2026 meski harga emas turun.
  • Penurunan harga emas menekan nilai pinjaman per nasabah, namun aktivitas transaksi dan permintaan gadai emas tetap stabil dan dalam batas normal.
  • Perusahaan fokus memperluas jaringan, meningkatkan layanan cabang, dan edukasi agar pertumbuhan pembiayaan berbasis jaminan emas berkelanjutan.

Tren harga emas dan strategi pembiayaan 2026

Seperti diberitakan KONTAN, PT Gadai ValueMax Indonesia menilai penurunan harga emas menjadi salah satu faktor yang memengaruhi bisnis gadai emas karena terkait langsung dengan nilai jaminan. Namun Direktur Utama PT Gadai ValueMax Indonesia Brian Wiraatmadja mengatakan penurunan harga emas tidak serta-merta menekan permintaan pinjaman gadai, karena fungsi utama layanan ini tetap memberi akses dana yang cepat dan mudah saat nasabah membutuhkan likuiditas, terutama ketika bunga bank meningkat.

Ia juga menjelaskan sebagian masyarakat masih memandang emas sebagai aset yang bernilai dan mudah dicairkan karena likuiditasnya tinggi. Karena itu, minat terhadap gadai emas dinilai masih cukup terjaga meski harga komoditas tersebut sedang bergerak turun.

Terkait rata-rata pembiayaan per nasabah, perusahaan mengatakan koreksi harga emas memang dapat memengaruhi nilai pinjaman yang bisa diberikan karena mengikuti hasil taksiran barang. Meski begitu, dampaknya disebut sangat bergantung pada jumlah dan jenis emas yang digadaikan, sementara aktivitas transaksi sampai saat ini masih berjalan stabil dan perubahan nilai pembiayaan tetap dalam batas normal.

Dampak bagi industri gadai dan target pertumbuhan

Di tengah perubahan harga emas, Gadai ValueMax memproyeksikan bisnis gadai emas masih berpotensi tumbuh ke depan karena kebutuhan masyarakat terhadap layanan ini tetap tinggi. Perusahaan mencatat omzet naik 250% secara tahunan hingga Mei 2026, menunjukkan permintaan pembiayaan berbasis jaminan emas masih kuat.

Untuk mendorong pembiayaan berikutnya, perusahaan menyiapkan penguatan jaringan layanan, peningkatan kualitas pelayanan di cabang, dan perluasan akses masyarakat terhadap gadai emas serta barang jaminan lainnya. Gadai ValueMax juga menyatakan tetap fokus pada edukasi penggunaan layanan gadai di perusahaan berizin dan pada pengelolaan risiko yang prudent agar pertumbuhan bisnis berlangsung sehat dan berkelanjutan.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang koreksi harga emas dan minat terhadap layanan bullion Pegadaian, kami mencatat bahwa transaksi cicil emas dan pembelian emas tetap tumbuh positif dengan realisasi bisnis melampaui Rp 13 triliun sepanjang 2024. Kami juga menyoroti bahwa permintaan gadai emas cenderung stabil meski harga terkoreksi karena kebutuhan likuiditas jangka pendek, serta upaya perluasan akses melalui Tabungan Emas dan Cicil Emas berbasis digital.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.