Pengemudi ojol Bogor keluhkan order turun setelah potongan komisi aplikasi 8 persen

Pengemudi ojol Bogor keluhkan order turun setelah potongan komisi aplikasi 8 persen
Komisi baru, order turun

Pengemudi ojek online di Kota Bogor mengaku semakin sulit mendapatkan order penumpang pada hari pertama penerapan potongan komisi aplikasi 8 persen, Rabu, 1 Juli 2026. Keluhan ini muncul seiring perubahan skema pendapatan yang menurut pengemudi ikut menekan penghasilan harian mereka.

Sorotan

  • Pengemudi ojol di Alun-alun Kota Bogor melaporkan penurunan jumlah order sejak potongan komisi aplikasi sebesar 8 persen diberlakukan pada Rabu.
  • Tarif yang dibayar penumpang naik menjadi Rp 9.000 dari sebelumnya Rp 7.000, sementara pendapatan kotor pengemudi turun dari Rp 10.400 menjadi Rp 10.200 per order.
  • Potongan komisi 8 persen dari total pendapatan harian diterapkan keesokan harinya, menyebabkan ketidakpastian perhitungan pendapatan bersih pengemudi.

Keluhan pengemudi pada hari pertama kebijakan

Seperti dilaporkan Kompas.com, sejumlah pengemudi ojol di Alun-alun Kota Bogor menyatakan jumlah order yang mereka terima turun setelah kebijakan potongan komisi 8 persen mulai berlaku pada Rabu. Mereka membandingkan kondisi saat ini dengan hari-hari sebelumnya, ketika order dinilai lebih mudah didapat pada jam yang sama.

Adi, 28 tahun, mengatakan biasanya ia sudah memperoleh delapan hingga sembilan trip pada waktu tersebut, tetapi kini baru mendapatkan tiga hingga empat order. Ia juga menyebut pendapatan kotornya sebelum kebijakan potongan 8 persen berada di Rp 10.400 dan kini berubah menjadi Rp 10.200.

Menurut Adi, tarif yang dibayar penumpang saat ini menjadi Rp 9.000, dari sebelumnya Rp 7.000 sebelum kebijakan pemotongan 8 persen. Ia menjelaskan pemotongan dilakukan keesokan hari dari total order penumpang yang terkumpul.

Dampak pada pendapatan harian pengemudi

Keluhan serupa disampaikan Rahman, 41 tahun, yang mengaku jumlah ordernya juga menurun setelah kebijakan baru diterapkan. Jika sebelumnya ia bisa memperoleh sekitar tujuh hingga delapan order, pada saat ditemui ia baru menerima tiga order.

Rahman menjelaskan, jika dalam satu hari pendapatannya mencapai Rp 300.000, maka jumlah itu akan dipotong 8 persen pada hari berikutnya. Ia menambahkan perhitungan pendapatan bersih belum bisa dipastikan pada hari yang sama karena akumulasi potongan baru diketahui esok hari.

Menurutnya, kondisi sementara yang ia rasakan menunjukkan pendapatan berkurang, meski hasil akhir tetap menunggu akumulasi harian. Keluhan para pengemudi ini menunjukkan kebijakan komisi baru mulai memengaruhi persepsi penghasilan dan aktivitas operasional ojol di Bogor.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang penerapan komisi 8 persen ojol di Gojek dan Grab, kami mengulas mulai berlakunya aturan baru per 1 Juli 2026 sesuai Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 yang memangkas potongan dari skema lama hingga 20 persen. Kami juga menyoroti harapan agar porsi pendapatan mitra pengemudi meningkat, sekaligus kekhawatiran sebagian pengemudi bahwa perubahan ini tidak digantikan skema lain yang tetap menekan penghasilan harian.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.