BTN bidik dana nasabah kaya tumbuh lebih dari 20% hingga akhir 2026

BTN bidik dana nasabah kaya tumbuh lebih dari 20% hingga akhir 2026
BTN bidik dana affluent

Persaingan perbankan untuk menghimpun dana dari nasabah affluent kian menguat seiring bank memperluas layanan wealth management dan pendekatan yang lebih personal. Di BTN, segmen ini kini menyumbang lebih dari 40% dari total dana nasabah, sehingga menjadi salah satu pilar penting dalam struktur pendanaan perseroan.

Sorotan

  • BTN menargetkan pertumbuhan dana dari segmen affluent lebih dari 20% hingga akhir 2026 tanpa merinci nominal simpanan atau jumlah nasabah.
  • BTN memperkuat layanan wealth management, termasuk BTN Prioritas dan BTN Private, dengan strategi relasi jangka panjang dan penyempurnaan produk premium.
  • Ekosistem bisnis properti menjadi keunggulan diferensiasi BTN dalam menarik nasabah kaya di tengah persaingan ketat sektor perbankan.

Strategi wealth management dan target 2026

Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk terus memperkuat bisnis wealth management untuk menarik lebih banyak nasabah kaya, dengan fokus tidak hanya pada penghimpunan dana tetapi juga pada relasi jangka panjang dengan nasabah.

Head of Retail Funding Division BTN Frengky Rosadrian mengatakan perseroan memperkuat layanan BTN Prioritas dan BTN Private, mulai dari layanan transaksi, pendampingan Relationship Manager, penyempurnaan produk wealth management, hingga pengalaman layanan premium di seluruh titik kontak dengan nasabah. Ia menegaskan kepercayaan nasabah kelas atas dibangun melalui kualitas hubungan, bukan hanya insentif jangka pendek.

BTN juga membidik pertumbuhan dana dari segmen affluent lebih dari 20% hingga akhir 2026. Menurut Frengky, tren penghimpunan dana dari kelompok nasabah ini terus bertumbuh positif, meski perseroan belum merinci nominal simpanan maupun jumlah nasabahnya.

Dukungan ekosistem properti dan dampak pendanaan

Untuk membedakan diri dari bank lain, BTN mengandalkan kekuatan ekosistem bisnis properti sebagai pintu masuk dalam menggaet nasabah affluent. Pendekatan ini menjadi diferensiasi utama perseroan di tengah kompetisi antarbanka yang semakin ketat dalam memperebutkan dana nasabah kaya.

Hingga akhir tahun, BTN tetap optimistis target pertumbuhan dana dari segmen tersebut terjaga. Optimisme itu ditopang fundamental perseroan yang dinilai solid, pipeline nasabah baru yang terus terpelihara, serta loyalitas nasabah eksisting, seiring upaya BTN menempatkan diri sebagai mitra pengelolaan kekayaan bagi nasabah kelas atas.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang kenaikan Return on Investment (RoI) dana pensiun konvensional pada April 2026, kami mencatat imbal hasil bulanan naik dari 0,02% pada Maret menjadi 0,55% seiring pergerakan obligasi dan penyesuaian alokasi aset. Kami juga menyoroti bahwa menuju 2026, kinerja investasi masih berpotensi membaik, namun akan menghadapi tantangan volatilitas pasar global, ketidakpastian suku bunga, pelemahan rupiah, dan fluktuasi saham.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.