Indonesia-Belarus luncurkan peta jalan kerja sama 2026-2030

Indonesia-Belarus luncurkan peta jalan kerja sama 2026-2030
Peta Jalan RI-Belarus 2026

Indonesia dan Belarus meluncurkan peta jalan penguatan kerja sama untuk periode 2026-2030 setelah pertemuan bilateral kedua kepala negara di Jakarta. Kerangka itu diarahkan untuk memperluas hubungan ekonomi, industri, pertanian, dan teknologi selama lima tahun ke depan.

Sorotan

  • Indonesia dan Belarus meluncurkan peta jalan kerja sama 2026-2030 untuk memperkuat hubungan bilateral di bidang industri, teknologi, dan ketahanan pangan.
  • Belarus telah merampungkan ratifikasi Indonesia Eurasian Economic Union Free Trade Agreement, sementara Indonesia masih dalam proses, membuka peluang ekspansi perdagangan kedua negara.
  • Kedua negara menargetkan investasi dan joint venture di sektor manufaktur, otomotif, kendaraan berat, dan agroindustri, serta memperkuat kerja sama pendidikan dan pertukaran vokasi.

Fokus kerja sama lima tahun

Seperti dilaporkan Kompas.com, Presiden Prabowo Subianto mengatakan peta jalan Indonesia-Belarus 2026-2030 menjadi kerangka pengembangan hubungan bilateral yang lebih terarah dan konkret. Pernyataan itu disampaikan seusai pertemuan bilateral dengan Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Prabowo mengatakan kedua negara bertekad meningkatkan kerja sama di berbagai bidang, termasuk ketahanan pangan. Menurut dia, Indonesia dan Belarus memiliki potensi yang saling melengkapi dalam pertanian modern, pupuk, alat dan teknologi pertanian, serta alat berat.

Di bidang ekonomi, kedua negara juga sepakat memperluas kemitraan yang mendukung agenda pembangunan nasional masing-masing. Ke depan, kerja sama difokuskan pada pengembangan industri, modernisasi pertanian, penguatan rantai pasok, serta kolaborasi teknologi.

Dampak bagi perdagangan dan investasi

Dalam perdagangan, Prabowo mengapresiasi Belarus yang telah menyelesaikan proses ratifikasi perjanjian Indonesia Eurasian Economic Union Free Trade Agreement. Ia menambahkan Indonesia saat ini juga sedang menjalankan proses ratifikasi perjanjian tersebut.

Di sektor industri, Prabowo melihat peluang untuk meningkatkan investasi dan joint venture antara pelaku usaha kedua negara, khususnya pada manufaktur, otomotif, kendaraan berat, dan agroindustri. Selain agenda bisnis, Indonesia dan Belarus juga akan mendorong kerja sama sosial budaya dan pembangunan sumber daya manusia melalui pertukaran budaya serta penguatan kemitraan antarlembaga pendidikan dan pelatihan vokasi.

Prabowo menambahkan bahwa dirinya dan Lukashenko juga bertukar pandangan mengenai isu-isu yang menjadi perhatian bersama di tingkat kawasan dan global. Langkah ini menempatkan peta jalan baru tersebut bukan hanya sebagai kerangka diplomatik, tetapi juga sebagai dasar perluasan hubungan dagang dan industri kedua negara.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang peluncuran roadmap kerja sama bilateral Indonesia–Belarus, dibahas bahwa pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Aleksandr Lukashenko menandai fase hubungan yang lebih intensif dengan fokus pada pangan, energi, serta bahan baku pupuk. Kami juga mencatat adanya target peningkatan perdagangan dan investasi—dengan potensi kerja sama yang diperkirakan mencapai US$500 juta—seiring dorongan ratifikasi perjanjian ekonomi terkait Eurasian Economic Union.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.