Antam naikkan harga buyback emas, logam mulia 1 gram di Rp2.651.000
Kenaikan harga emas batangan Antam berlanjut pada perdagangan Jumat, dengan harga jual kembali melonjak lebih besar dibandingkan harga jual produk. Penyesuaian ini berlaku di Butik Emas Logam Mulia Setiabudi One, Jakarta, saat sebagian jenis dan pecahan emas masih belum tersedia.
Sorotan
- PT Aneka Tambang Tbk menaikkan harga emas 1 gram Rp11.000 menjadi Rp2.651.000 dan harga buyback naik Rp55.000 jadi Rp2.400.000 pada 3 Juli 2026.
- Kebijakan tanpa Pajak Pertambahan Nilai dan pemotongan PPh Pasal 22 tarif 0,25 persen berlaku sesuai regulasi baru di transaksi emas Logam Mulia.
- Kenaikan harga buyback yang lebih tinggi dari harga jual per gram dan keterbatasan stok pada beberapa pecahan menambah perhatian investor ritel terhadap likuiditas dan pilihan pembelian.
Pergerakan harga dan ketentuan transaksi
Menurut Okezone, seperti tercantum di laman resmi Logam Mulia, harga emas PT Aneka Tambang Tbk pada Jumat (3/7/2026) naik Rp11.000 menjadi Rp2.651.000 per gram, setelah sebelumnya sempat turun. Pada saat yang sama, harga buyback, atau harga yang diterima pemilik saat menjual kembali emas batangan, naik Rp55.000 menjadi Rp2.400.000 per gram.Harga tersebut berlaku di Butik Emas Logam Mulia Setiabudi One, Jakarta. Untuk transaksi saat ini, Pajak Pertambahan Nilai tidak dipungut sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2022, sehingga komponen PPN tidak masuk ke total pembayaran.
Ketentuan Pajak Penghasilan Pasal 22 mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 48 Tahun 2023 dengan tarif 0,25 persen. PT Antam Tbk juga menerbitkan bukti potong PPh Pasal 22 sebagai penjual.
Rincian pecahan dan dampaknya bagi pembeli
Daftar harga menunjukkan emas 0,5 gram dibanderol Rp1.375.500, 2 gram Rp5.252.000, 3 gram Rp7.860.000, 5 gram Rp13.070.000, dan 10 gram Rp26.060.000. Untuk ukuran lebih besar, harga emas 25 gram tercatat Rp64.985.000, 50 gram Rp129.805.000, 100 gram Rp259.640.000, 250 gram Rp648.340.000, 500 gram Rp1.296.400.000, dan 1.000 gram Rp2.591.600.000.Kenaikan buyback yang lebih tinggi daripada harga jual per gram dapat menjadi perhatian investor ritel yang memantau likuiditas dan potensi realisasi keuntungan jangka pendek. Di sisi lain, keterbatasan stok pada sebagian jenis dan pecahan emas berpotensi memengaruhi pilihan pembelian di pasar ritel.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang pertumbuhan bisnis emas di BSI, kami menyoroti lonjakan pembiayaan cicil emas dan gadai emas yang menjadi pendorong utama ekspansi pembiayaan konsumer sepanjang awal 2026. Kami juga membahas peningkatan jumlah nasabah BSI Emas yang didorong adopsi layanan digital, seiring minat masyarakat yang tetap tinggi pada emas sebagai instrumen lindung nilai.
Berita Gold Terbaru
- Forex
- Crypto