Sinarmas AM luncurkan DPLK digital, bidik aset kelolaan Rp150 miliar pada 2026
PT Sinarmas Asset Management meluncurkan Dana Pensiun Lembaga Keuangan Sinarmas Asset Management di Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, sebagai perluasan bisnis ke layanan pensiun berbasis digital. Entitas ini menjadi DPLK pertama di Indonesia yang didirikan oleh perusahaan manajer investasi dan telah mengantongi izin Otoritas Jasa Keuangan sejak 5 Juni 2026.
Sorotan
- Sinarmas AM meluncurkan DPLK digital pada 3 Juli 2026, menargetkan aset kelolaan Rp150 miliar dan 15.000 peserta pada tahun tersebut.
- Fitur digital DPLK SAM melalui aplikasi SimPensiun menyasar perluasan pasar ke pekerja formal, informal, freelancer, serta generasi muda dengan setoran mulai Rp50.000 per bulan.
- Hingga Februari 2026, Sinarmas AM mencatat total asset under management Rp64,8 triliun dan mendistribusikan 34 produk investasi melalui 23 kantor cabang nasional.
Strategi peluncuran dan target bisnis
KONTAN melaporkan, peluncuran DPLK SAM pada Jumat, 3 Juli 2026, diposisikan perseroan sebagai langkah untuk memperluas inklusi keuangan dan memperkuat ekosistem investasi jangka panjang di Indonesia.
Direktur Utama Sinarmas AM Alex Setyawan mengatakan kehadiran DPLK SAM bukan hanya ekspansi bisnis, tetapi juga kontribusi untuk memperkuat ketahanan finansial masyarakat. Menurut dia, layanan ini dirancang sebagai dana pensiun digital yang lebih modern, mudah diakses, dan relevan bagi kebutuhan generasi saat ini.
Ketua Pengurus DPLK SAM Stephanus Rudi Ok menyatakan fokus awal perseroan mencakup perusahaan dalam pilar usaha Sinar Mas, perusahaan swasta di Indonesia, serta pekerja individual di sektor formal dan informal, terutama untuk Program Pensiun Iuran Pasti. Untuk memperluas jangkauan, DPLK SAM mengandalkan kerja sama melalui aplikasi digitalnya dan jaringan distribusi penjualan mitra.
DPLK SAM juga menawarkan layanan untuk peserta individu dan institusi, termasuk PPIP, Dana Kompensasi Pasca Kerja, pembayaran manfaat pensiun berkala, serta dana pendidikan anak. Perseroan menetapkan setoran iuran mulai Rp50.000 per bulan dan menargetkan aset kelolaan Rp150 miliar dengan 15.000 peserta pada 2026.
Dorongan digitalisasi bagi industri pensiun
Perseroan menilai penetrasi dana pensiun nasional masih rendah dibandingkan jumlah tenaga kerja Indonesia, terutama di kalangan pekerja informal dan mandiri. Sesuai Peta Jalan Pengembangan dan Penguatan Dana Pensiun Indonesia 2024-2028, realisasi tingkat densitas industri dana pensiun pada akhir 2023 baru mencapai 18,94% dari total 147,7 juta angkatan kerja.Stephanus mengatakan platform digital SimPensiun memungkinkan pendaftaran, pemantauan dana, perubahan pilihan investasi, hingga pencairan manfaat pensiun dilakukan secara online. Pendekatan ini ditujukan untuk menjangkau Generasi Z dan milenial yang memasuki usia produktif, ketika kesadaran terhadap perencanaan pensiun masih relatif rendah.
Menurut perseroan, digitalisasi menjadi pendekatan penting karena pola kerja dan gaya hidup generasi muda berubah, sementara kebutuhan pensiun kerap belum menjadi prioritas. Dengan skema iuran yang lebih terjangkau dan akses berbasis aplikasi, DPLK SAM ingin memperluas basis peserta ke pekerja formal, pekerja informal, freelancer, wirausahawan muda, hingga content creator.
Sinarmas AM, sebagai pendiri DPLK SAM, mencatat total asset under management Rp64,8 triliun per Februari 2026 dari 34 produk reksa dana, DIRE, dan kontrak pengelolaan dana. Perseroan juga melayani nasabah melalui 23 kantor cabang di seluruh Indonesia.
Putusan MK soal fleksibilitas pencairan manfaat dana pensiun sukarela sebelumnya kami ulas sebagai perubahan yang memberi peserta opsi mencairkan manfaat secara berkala atau sekaligus. Jika pencairan sekaligus menjadi pilihan dominan, pertumbuhan aset dana pensiun berisiko melambat sehingga DPLK/DPPK perlu memperkuat porsi aset likuid, menata ulang alokasi portofolio, serta menyesuaikan proyeksi arus kas dan asumsi aktuaria agar pembayaran manfaat tetap terjaga.
Berita Israel Terbaru
- Forex
- Crypto