Superbank perluas layanan pinjaman di OVO seiring kredit tumbuh 59%

Superbank perluas layanan pinjaman di OVO seiring kredit tumbuh 59%
Superbank perluas pinjaman OVO

Ekspansi layanan keuangan digital terintegrasi di Indonesia berlanjut lewat penambahan akses pinjaman langsung di aplikasi OVO. Langkah ini memperdalam kolaborasi PT Super Bank Indonesia dengan OVO setelah layanan tabungan digital mereka menjangkau lebih dari 2,3 juta nasabah hingga Mei 2026.

Sorotan

  • Superbank meluncurkan fitur Pinjaman Atur Sendiri (PAS) di aplikasi OVO, memungkinkan pengguna menentukan besaran, tenor, dan tanggal jatuh tempo pinjaman tanpa agunan.
  • Hingga Mei 2026, penyaluran kredit Superbank meningkat lebih dari 59% secara tahunan, didorong oleh integrasi layanan dengan ekosistem OVO dan Grab.
  • Lebih dari 60% nasabah Superbank juga merupakan pengguna Grab dan OVO, mencerminkan peningkatan adopsi layanan keuangan digital yang terintegrasi di Indonesia.

Peluncuran fitur pinjaman dalam ekosistem OVO

Seperti dilaporkan KONTAN, PT Super Bank Indonesia meluncurkan layanan Pinjaman Atur Sendiri, atau PAS, yang kini bisa diakses langsung melalui menu Pinjaman di halaman utama aplikasi OVO. Melalui fitur ini, pengguna OVO dapat mengajukan pinjaman tanpa agunan dari Superbank, sekaligus menentukan besaran pinjaman, tenor, dan tanggal jatuh tempo sesuai kebutuhan.

Peluncuran PAS melanjutkan sinergi yang sebelumnya dibangun lewat OVO Nabung by Superbank. Dalam keterangan resmi pada Senin (6/7), Direktur Bisnis Superbank Sukiwan mengatakan kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan digital terus berkembang, dan nasabah kini menginginkan produk yang aman, bermanfaat, serta mudah diakses melalui aplikasi yang digunakan setiap hari.

Sukiwan menilai kehadiran PAS di aplikasi OVO menjadi langkah lanjutan untuk memperluas manfaat kolaborasi ekosistem. Menurut dia, langkah tersebut membuat akses terhadap pembiayaan formal menjadi lebih mudah, relevan, dan inklusif bagi jutaan masyarakat Indonesia.

Dorongan pertumbuhan kredit dan adopsi pengguna

Integrasi layanan dengan ekosistem OVO dan Grab turut mendorong pertumbuhan bisnis Superbank. Hingga Mei 2026, penyaluran kredit perseroan meningkat lebih dari 59% secara tahunan, sementara lebih dari 60% nasabah Superbank juga merupakan pengguna Grab dan OVO.

Perseroan menyatakan kondisi itu menunjukkan semakin tingginya adopsi layanan keuangan digital yang terhubung dengan platform yang telah menjadi bagian dari aktivitas harian masyarakat. Dari sisi OVO, Head of Strategy, Integrated Marketing Communication OVO Asep Haekal mengatakan pengguna menginginkan pengalaman layanan keuangan yang lebih praktis dalam satu aplikasi, sehingga setelah layanan tabungan hadir, akses pembiayaan kini juga tersedia tanpa perlu berpindah aplikasi.

Ke depan, Superbank dan OVO menyatakan akan terus memperluas kolaborasi untuk menghadirkan layanan keuangan digital yang semakin terintegrasi. Perusahaan menargetkan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan transaksi, menabung, hingga pembiayaan melalui satu ekosistem yang lebih sederhana, aman, dan mudah diakses.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang pertumbuhan pembiayaan pergadaian di Indonesia, kami menyoroti bahwa penyaluran pembiayaan industri gadai naik tajam hingga April 2026, mencerminkan kebutuhan masyarakat terhadap akses dana cepat yang masih kuat. Ulasan tersebut juga menjelaskan bagaimana layanan gadai dimanfaatkan untuk modal usaha, pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan mendesak, seiring meningkatnya literasi keuangan dan kepercayaan pada lembaga pembiayaan formal.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.