Bank Muamalat fokus perbesar pembiayaan emas dan UMKM pada semester II-2026
Di tengah tantangan ekonomi domestik dan ketidakpastian global, PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mengarahkan pertumbuhan bisnis semester II-2026 ke segmen ritel dan usaha kecil menengah yang dinilai lebih tangguh. Langkah ini ditopang lonjakan pembiayaan produk emas serta pertumbuhan penyaluran ke segmen SME hingga Maret 2026.
Sorotan
- Outstanding pembiayaan Solusi Emas Hijrah Bank Muamalat melonjak lebih dari 11 kali lipat secara tahunan menjadi Rp1,7 triliun per Maret 2026 dengan jumlah rekening naik 274%.
- Outstanding pembiayaan SME Bank Muamalat mencapai Rp3,1 triliun per Maret 2026, naik 33% year-on-year, didukung penilaian prospek dan profil risiko terdiversifikasi.
- Bank Muamalat dan BPKH memperkuat kolaborasi ekosistem haji-umrah melalui Synergy Roadshow 2026, peluncuran Kartu Haji Indonesia, dan digitalisasi layanan pendaftaran via Muamalat DIN.
Strategi pembiayaan dan penguatan bisnis semester kedua
Menurut Kontan, dalam keterangan resmi yang disampaikan manajemen, Bank Muamalat tetap mengedepankan pertumbuhan berkelanjutan dengan memperbesar porsi bisnis consumer dan SME, sambil tetap menjaga pengembangan pembiayaan korporasi yang sehat. Direktur Utama Bank Muamalat Imam Teguh Saptono menyatakan perseroan ingin membangun optimisme menghadapi paruh kedua tahun ini saat perekonomian nasional masih menantang dan gejolak global masih berlangsung.Penopang utama strategi itu berasal dari pembiayaan ritel, terutama Solusi Emas Hijrah. Hingga akhir Maret 2026, outstanding pembiayaan produk tersebut melonjak lebih dari 11 kali lipat secara tahunan menjadi Rp1,7 triliun, sementara jumlah rekening nasabahnya naik 274% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pada saat yang sama, pembiayaan ke segmen SME juga mencatat pertumbuhan kuat. Per Maret 2026, outstanding pembiayaan SME mencapai Rp3,1 triliun, naik 33% secara tahunan, dengan manajemen menilai segmen ini prospektif karena menopang ekonomi nasional dan menawarkan profil risiko yang lebih terdiversifikasi.
Sinergi haji dan umrah dorong ekosistem syariah
Untuk memperkuat bisnis pada semester II-2026, Bank Muamalat menggelar Synergy Roadshow 2026 bersama Badan Pengelola Keuangan Haji di enam kota besar, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Makassar, dan Medan, sepanjang Juli hingga Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi forum evaluasi kinerja sekaligus penyelarasan strategi bisnis di seluruh jaringan kantor wilayah dan cabang perseroan.Di luar pembiayaan, Bank Muamalat dan BPKH terus memperluas kerja sama dalam ekosistem haji dan umrah, termasuk melalui peluncuran Kartu Haji Indonesia untuk mengurangi penggunaan uang tunai dan mendukung digitalisasi layanan ibadah. Perseroan juga memperluas akses pendaftaran haji lewat aplikasi Muamalat DIN, seluruh kantor cabang Bank Muamalat, dan jaringan PT Pos Indonesia.
Dalam aplikasi Muamalat DIN, fitur Bank Haji memungkinkan nasabah mendaftar, melunasi biaya haji, serta memantau riwayat pendaftaran dan nilai manfaat haji. Kedua institusi juga sepakat melanjutkan program kolaborasi nasional maupun internasional, mulai dari sosialisasi, penghimpunan dana, hingga program kemaslahatan, sementara BPKH telah menunjuk Bank Muamalat sebagai salah satu bank syariah penyedia layanan kustodian.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang lonjakan pembiayaan pergadaian di Indonesia hingga April 2026, kami mencatat penyaluran pembiayaan industri gadai meningkat tajam menjadi Rp157,20 triliun dan mencerminkan masih kuatnya kebutuhan masyarakat terhadap akses dana cepat. Ulasan itu menyoroti pemanfaatan layanan gadai untuk beragam kebutuhan—mulai dari modal usaha hingga kebutuhan mendesak—serta prospek industri yang dinilai tetap terjaga sampai akhir tahun seiring perbaikan literasi keuangan dan fokus pada pengelolaan risiko.
Berita Gold Terbaru
- Forex
- Crypto