Pergerakan harga logam mulia ritel di Jakarta menunjukkan pelemahan pada perdagangan Selasa, 7/7/2026. Harga emas Antam turun Rp15.000 menjadi Rp2.655.000 per gram, sementara harga buyback juga turun dengan besaran yang sama ke Rp2.414.000.
Sorotan
- Harga emas Antam di Butik Emas Logam Mulia Setiabudi One Jakarta turun dengan buyback juga melemah, mengindikasikan pelemahan transaksi ritel hari ini.
- PPN tidak dipungut sesuai PP No.49 Tahun 2022, namun transaksi tetap dikenakan PPh 22 berdasarkan PMK Nomor 48 Tahun 2023 dengan tarif 0,25 persen.
- Beberapa jenis emas di laman resmi sementara tidak tersedia, membatasi pilihan konsumen di tengah koreksi harga jual dan buyback.
Perubahan harga dan ketentuan transaksi
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, harga tersebut berlaku untuk pengambilan di Butik Emas Logam Mulia Setiabudi One Jakarta. Pada saat yang sama, beberapa jenis emas di laman resmi untuk sementara masih belum tersedia.Selain penurunan harga jual, skema perpajakan yang berlaku juga tetap menjadi acuan transaksi. PPN saat ini tidak dipungut sesuai PP No.49 Tahun 2022, sehingga nilainya tidak diperhitungkan dalam grand total.
Ketentuan perpajakan itu juga merujuk pada PMK Nomor 48 Tahun 2023 dengan tarif 0,25 persen sesuai ketentuan yang berlaku. PT Antam Tbk sebagai penjual menerbitkan bukti potong PPh 22 untuk transaksi terkait.
Dampak bagi pembeli emas ritel
Penurunan harga jual dan buyback memberi sinyal pelemahan nilai transaksi emas batangan bagi konsumen ritel pada hari ini. Bagi pembeli baru, koreksi harga dapat menurunkan biaya masuk, sedangkan bagi pemilik yang ingin menjual kembali, nilai buyback yang lebih rendah membatasi potensi hasil penjualan.Kondisi ketersediaan produk yang masih terbatas di beberapa jenis emas juga dapat memengaruhi pilihan konsumen di gerai resmi Jakarta. Dengan acuan harga yang berlaku di BELM Setiabudi One, pasar ritel emas tetap mencerminkan kombinasi antara perubahan harga harian, ketersediaan stok, dan ketentuan pajak transaksi.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang ekspansi bisnis bullion Pegadaian dan penguatan ekosistem bank emas nasional, kami membahas sinergi perusahaan dengan BPI Danantara serta perluasan rantai nilai melalui Galeri 24. Ulasan itu juga menyoroti peluncuran produk seperti deposito emas, titipan emas korporasi, dan investasi emas di aplikasi Tring! yang bertujuan memperluas akses masyarakat, seiring kenaikan kelolaan emas menjadi 153,72 ton dan lonjakan laba bersih pada 2026.
Berita Gold Terbaru
- Forex
- Crypto