Pegadaian percepat ekosistem bank emas nasional di tengah lonjakan laba dan aset kelolaan
PT Pegadaian (Persero) memperkuat posisinya dalam bisnis emas nasional di bawah Badan Pengelola Investasi Danantara, seiring ekspansi ekosistem bullion dan transformasi model usaha. Hingga Mei 2026, total kelolaan emas perusahaan mencapai 153,72 ton, sementara laba bersih per 30 April 2026 naik 87,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Sorotan
- Pegadaian mempercepat integrasi ekosistem bank emas nasional dengan sinergi bersama BPI Danantara dan ekspansi rantai nilai emas melalui Galeri 24.
- Fasilitas produk baru seperti deposito emas, titipan emas korporasi, dan investasi emas di aplikasi Tring! bertujuan memperluas akses dan peran emas di sektor keuangan.
- Pegadaian mencatat laba bersih Rp4,38 triliun hingga 30 April 2026, naik dari Rp2,34 triliun pada periode yang sama 2025, menegaskan dampak positif ekspansi ekosistem emas.
Ekspansi bisnis emas dan integrasi rantai nilai
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, Pegadaian menyatakan sinergi dengan BPI Danantara mempercepat penguatan tata kelola, transformasi bisnis, dan pengembangan ekosistem emas nasional yang lebih terintegrasi.Perusahaan menempatkan diri sebagai pelopor sekaligus satu-satunya Bank Emas di Indonesia dengan ekosistem hulu hingga hilir, yang mencakup fasilitas vault berstandar internasional, pabrik pengolahan, serta jaringan ritel emas melalui anak usaha Galeri 24. Langkah ini diarahkan untuk mendukung hilirisasi komoditas emas agar tidak berhenti sebagai bahan mentah, melainkan menjadi produk bernilai tambah bagi perekonomian domestik.
Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian (Persero) Selfie Dewiyanti mengatakan perusahaan terus menyiapkan produk berbasis emas yang relevan bagi kebutuhan masyarakat. Produk tersebut mencakup deposito emas, titipan emas korporasi, pinjaman modal kerja emas, perdagangan emas, serta pilihan investasi seperti cicil emas dan tabungan emas yang dapat diakses melalui aplikasi Tring!.
Dampak bagi pasar keuangan dan literasi investasi
Pegadaian juga terus mendorong edukasi dan literasi investasi emas secara nasional untuk mengubah pandangan masyarakat terhadap emas, dari sekadar simpanan tradisional menjadi aset investasi yang likuid dan produktif. Pendekatan ini memperluas basis nasabah sekaligus memperkuat peran emas dalam layanan keuangan formal.Pada kuartal pertama 2026, perusahaan membukukan laba bersih Rp4,38 triliun hingga 30 April 2026, meningkat dari Rp2,34 triliun pada periode yang sama tahun 2025. Kinerja itu menunjukkan ekspansi ekosistem emas mulai menopang pertumbuhan bisnis Pegadaian dan memperbesar perannya sebagai salah satu pilar sektor keuangan nasional.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang kelolaan ekosistem emas Pegadaian yang mencapai 153,72 ton hingga Mei 2026, kami mengulas bagaimana pertumbuhan tabungan emas digital dan cicil emas mencerminkan naiknya minat investasi masyarakat. Ulasan tersebut juga menyoroti fokus Pegadaian memperluas layanan bullion untuk nasabah ritel dan korporasi lewat transformasi digital di aplikasi Tring!, penguatan kolaborasi strategis, serta dukungan regulasi melalui izin OJK sejak 23 Desember 2024.
Berita Gold Terbaru
- Forex
- Crypto