Danantara pimpin implementasi ekspor listrik Indonesia ke Singapura

Danantara pimpin implementasi ekspor listrik Indonesia ke Singapura
Ekspor listrik perdana Indonesia

Kerja sama energi Indonesia dan Singapura memasuki tahap pelaksanaan setelah pemerintah menunjuk BPI Danantara untuk menggarap perdagangan listrik lintas batas. Langkah ini mendukung target proyek listrik komersial berkapasitas 3,4 giga watt atau lebih pada 2035 serta memperluas agenda investasi dan energi terbarukan kedua negara.

Sorotan

  • Presiden Prabowo Subianto menunjuk BPI Danantara untuk mengimplementasikan ekspor listrik ke Singapura sebesar 3,4 giga watt atau lebih sampai 2035.
  • Indonesia dan Singapura menandatangani 26 nota kesepahaman lintas sektor, termasuk 18 antarpemerintah dan delapan antarbisnis pada 6 Juli 2026.
  • Perdagangan listrik lintas batas diproyeksikan memperkuat arus investasi proyek energi bersih dan mendorong pertumbuhan serta stabilitas ekonomi Asia Tenggara.

Mandat Danantara dan cakupan kesepakatan

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, Presiden Prabowo Subianto menyatakan BPI Danantara ditunjuk untuk mengimplementasikan kerja sama perdagangan listrik lintas batas dengan Singapura. Pernyataan itu disampaikan dalam pernyataan bersama dengan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 6 Juli 2026.

Penugasan tersebut mencakup pelaksanaan proyek perdagangan listrik komersial berkapasitas 3,4 giga watt atau lebih pada 2035. Prabowo juga menyatakan Danantara menjalankan implementasi untuk kegiatan lanjutan di bidang perdagangan, seiring upaya mendorong investasi kedua negara dan memanfaatkan potensi energi baru terbarukan di Indonesia.

Proyek itu sebelumnya diumumkan dalam pertemuan Leaders’ Retreat tahun lalu. Dalam pertemuan terbaru, Prabowo mengatakan Indonesia dan Singapura menghasilkan 26 kesepakatan atau nota kesepahaman di berbagai sektor, terdiri atas 18 kesepakatan antarpemerintah dan delapan kesepakatan antarbisnis.

Dampak bagi investasi dan kawasan

Selain energi, kerja sama kedua negara juga mencakup ekonomi digital, ekosistem digital, keamanan siber, pangan dan rantai pasok, serta sektor keamanan, konektivitas, wisata, pendidikan, dan kepemudaan. Prabowo menilai hasil pembahasan itu menunjukkan capaian yang konkret dan memperlihatkan kemitraan strategis kedua negara yang semakin luas.

Bagi Indonesia, pelaksanaan perdagangan listrik lintas batas berpotensi memperkuat arus investasi pada proyek energi bersih dan infrastruktur pendukung ekspor listrik. Bagi kawasan, kerja sama ini diposisikan pemerintah sebagai pendorong stabilitas, pertumbuhan, dan kemakmuran Asia Tenggara, seiring pendalaman hubungan bisnis dan pemerintah antara Indonesia dan Singapura.

Dalam liputan kami sebelumnya tentang kerja sama perdagangan listrik lintas batas Indonesia–Singapura, kami menyoroti penunjukan BPI Danantara untuk mengimplementasikan rencana ekspor listrik sebagai proyek jangka panjang. Artikel itu juga membahas keterlibatan mitra bisnis seperti Keppel dan Sembcorp serta potensi perluasan investasi bilateral di sektor kelistrikan dan infrastruktur pendukung.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.